MEDAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak mendeteksi sebaran asap di wilayah Sumatera Utara (Sumut) berdasarkan pemantauan citra satelit pada Selasa (20/10/2026). Kualitas udara di sejumlah wilayah juga berada pada kategori baik hingga sedang, dengan jarak pandang berkisar 6-10 kilometer.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan hasil pemantauan satelit pada pukul 10.00 WIB menunjukkan tidak ada sebaran asap yang terdeteksi di Sumut.
"Berdasarkan pemantauan citra satelit sebaran asap di wilayah Sumatera pada tanggal 20 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, tidak terdeteksi sebaran asap di wilayah Sumatera Utara," ungkap Hendro, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga: Kejar Swasembada Pangan! Pemprov Sumut Siapkan 9.624 Hektare Lahan Bawang Putih di 9 Wilayah Berdasarkan analisis angin permukaan, angin saat itu bertiup dari arah timur-tenggara menuju barat laut-utara.
Selain tidak mendeteksi sebaran asap, BBMKG Wilayah I Medan juga melaporkan tidak terdapat titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera Utara hingga pukul 12.00 WIB pada Selasa.
Tidak terdeteksinya titik panas tersebut menjadi salah satu informasi yang dipantau dalam melihat kondisi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumut.
Meski demikian, hasil pemantauan tersebut merujuk pada waktu pengamatan yang tercantum dalam laporan BMKG dan tidak berarti risiko kebakaran sepenuhnya hilang.
BMKG juga memantau kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada 20 Oktober 2026. Hasil pengamatan menunjukkan kualitas udara berada dalam kategori baik hingga sedang.
Sementara itu, pengamatan pada pukul 12.00 WIB di Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit mencatat jarak pandang berkisar antara 6-10 kilometer.
Data tersebut menjadi gambaran kondisi atmosfer dan jarak pandang di sekitar lokasi pengamatan pada waktu tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kondisi kualitas udara saat beraktivitas, terutama apabila terjadi penurunan kualitas udara atau muncul kembali kabut asap.
Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk. Penggunaan masker yang sesuai juga dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikel asap.