JAKARTA - Acungan tiga jari menjadi salah satu simbol yang digunakan aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil saat menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Gestur yang dikenal sebagai three-finger salute itu digunakan untuk menyampaikan kritik dan kekecewaan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Aksi tersebut digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Massa yang tergabung dalam Komite Sadar atau Seruan Kedaulatan Rakyat mengangkat tiga jari sebagai simbol protes terhadap pemerintah.
Koordinator Sosial dan Politik BEM UI Hafidz Hernanda menjelaskan makna gestur tersebut dalam orasinya di tengah demonstrasi.
Baca Juga: Akhiri Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Didesak Turun Tangan Minta DPR Revisi UU Pemilu "Tiga jari ini adalah lambang kemarahan kita dan kekecewaan kita, lambang perlawanan masyarakat atas pemimpin yang gagal!" seru Hafidz.
Simbol tiga jari bukan sekadar gerakan tangan. Gestur ini memiliki sejarah dalam budaya populer dan kemudian digunakan oleh sejumlah gerakan pro-demokrasi di berbagai negara untuk menyampaikan solidaritas serta perlawanan terhadap kekuasaan yang dinilai otoriter.
Berawal dari Film The Hunger GamesThree-finger salute dikenal luas melalui waralaba film The Hunger Games, yang menggambarkan kehidupan masyarakat di bawah pemerintahan otoriter bernama Capitol.
Dalam cerita tersebut, masyarakat di berbagai distrik menghadapi ketimpangan dan tekanan dari penguasa. Acungan tiga jari awalnya menjadi gestur penghormatan, sebelum berkembang sebagai simbol solidaritas dan perlawanan.
Simbol dari budaya populer itu kemudian diadopsi oleh gerakan sosial di sejumlah negara. Gestur yang sederhana membuat pesan dapat disampaikan tanpa harus menggunakan slogan panjang.
Meski demikian, penggunaan simbol yang sama tidak selalu berarti setiap gerakan memiliki tuntutan politik yang identik. Maknanya tetap bergantung pada konteks aksi dan pesan yang disampaikan penggunanya.
Digunakan dalam Gerakan Pro-Demokrasi ThailandPenggunaan three-finger salute dalam demonstrasi politik semakin dikenal setelah kudeta militer di Thailand pada Mei 2014.
Mengutip The Guardian, simbol tersebut digunakan oleh para pengunjuk rasa untuk menyatakan penolakan terhadap pengambilalihan kekuasaan oleh militer. Gestur itu kemudian menyebar dalam berbagai aksi protes di Thailand.
Aktivis pro-demokrasi Thailand, Sirawith Seritiwati, menjelaskan bahwa simbol tersebut mudah dipahami sebagai representasi kebebasan, kesetaraan, dan solidaritas.