MEDAN – Kota Medan mengalami penurunan permukaan tanah sekitar 33 milimeter atau 3,3 sentimeter per tahun.
Angka tersebut terungkap dalam penelitian yang menganalisis pergerakan tanah di 465 kota di 107 negara selama periode 2014–2023.
Penurunan muka tanah merupakan kondisi ketika permukaan tanah turun secara perlahan.
Baca Juga: Pembangunan BRT Mebidang Bikin Medan Macet, Driver Ojol dan Taksi Online Keluhkan BBM Boros Fenomena ini dapat merusak bangunan, melemahkan fondasi, mengganggu saluran air dan pembuangan limbah, serta meningkatkan risiko banjir.
Mengutip Phys pada Senin (12/10/2026), informasi mengenai penurunan muka tanah di berbagai kota masih terbatas.
Perbedaan metode pengukuran dan periode penelitian sebelumnya juga menyulitkan perbandingan tingkat penurunan tanah secara global.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih luas, tim peneliti yang dipimpin Shengli Tao dan Xie Hu dari Peking University, Beijing, Cina, bersama rekan-rekannya menganalisis data satelit beresolusi tinggi.
Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Cities.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah kota di Asia mengalami penurunan muka tanah yang cukup besar.
Medan tercatat mengalami penurunan sekitar 33 milimeter per tahun, sedangkan Bandung sekitar 22 milimeter per tahun.
Temuan ini menunjukkan pentingnya pemantauan pergerakan tanah di kawasan perkotaan Indonesia.
Penurunan muka tanah dapat memengaruhi kondisi bangunan dan infrastruktur, terutama jika terjadi secara terus-menerus.