MEDAN – Jajaran Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI) berharap integritas dan etos kerja almarhum Dato' Seri H. Syamsul Arifin, SE, menjadi teladan bagi seluruh pengurus organisasi masyarakat Melayu tersebut.
Syamsul Arifin dinilai berhasil membangun kekompakan organisasi selama memimpin PB MABMI lebih dari tiga periode.
Kepemimpinannya diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengurus di berbagai tingkatan, mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional.
Baca Juga: Polres Langkat Gerebek Barak Narkoba di Wampu, Lokasi Sudah Kosong Saat Petugas Tiba Harapan tersebut disampaikan Ketua PB MABMI yang membawahi Departemen Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK), Drs. H. Asrin Naim, setelah memimpin ziarah ke makam almarhum di Pemakaman Kaum Muslimin Gebang, Kabupaten Langkat, Rabu, 14 Oktober 2026.
Asrin mewakili Ketua Umum PB MABMI, Prof. Dr. OK. Saidin, SH, M.Hum, dalam kegiatan ziarah untuk mengenang tiga tahun wafatnya Syamsul Arifin, yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara.
"Di bawah kepemimpinan beliau semasa hidupnya dahulu, MABMI tumbuh berkembang dengan kekompakan yang kukuh dan seiya-sekata, dari jajaran PC (Pengurus Cabang) di tingkat kecamatan hingga ke jajaran PB di tingkat nasional," ungkap Asrin Naim.
Ziarah tersebut turut diikuti sejumlah pengurus PB MABMI, yakni Syahril Tambuse, Azrin Marydha, OK Azhari, Syahran Syamsuddin, dan Datuk Chairul Anwar.
Dato' Seri H. Syamsul Arifin bin Hasan Basri meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada 17 Oktober 2023 setelah menderita sakit.
Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Suka Darma/STM, Medan, sebelum dimakamkan di Gebang, Kabupaten Langkat.
Semasa hidupnya, Syamsul Arifin memimpin PB MABMI sejak terpilih dalam Musyawarah Besar (Mubes) pada 2005 di Medan.
Ia kembali terpilih dalam Mubes 2009 dan 2015, yang juga digelar di Medan.