JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons hasil survei Center of Economic and Law Studies (Celios) bersama tim Kabinet Bayangan yang menyebut 75 persen responden masyarakat umum merasa stres menghadapi kebijakan pemerintah. Gibran menghargai hasil survei tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah.
Gibran mengatakan hasil survei, kajian, maupun kritik dari masyarakat dan lembaga independen perlu diterima sebagai masukan untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.
"Saya menghargai setiap hasil survei, kajian, maupun kritik yang disampaikan oleh masyarakat dan lembaga independen. Bagi saya, semua itu adalah bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki diri," kata Gibran dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Sederet Arahan Presiden Prabowo untuk Penanganan Karhutla, dari Peralatan hingga Mitigasi Desa Menurut Gibran, kritik terhadap pemerintah, termasuk yang ditujukan kepadanya, harus ditanggapi melalui perbaikan kerja dan kebijakan, bukan sekadar pernyataan.
Ia menegaskan, pemerintah perlu memastikan kebijakan yang dijalankan mampu menjawab persoalan masyarakat dan membuat kehadiran negara semakin dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kritik yang disampaikan kepada pemerintah, termasuk kepada saya, harus dijawab dengan kerja yang lebih baik. Baik melalui evaluasi serta perbaikan kebijakan dan cara kerja untuk memastikan kehadiran pemerintah semakin dirasakan masyarakat dan menjawab permasalahan masyarakat di lapangan," ujarnya.
Survei Celios bersama tim Kabinet Bayangan mencatat sebanyak 75 persen responden dari kelompok masyarakat umum mengaku stres menghadapi kebijakan pemerintah.
Selain itu, sekitar 67 persen responden menyatakan stres terhadap perilaku Presiden Prabowo Subianto.
Survei tersebut melibatkan 1.142 responden dari kelompok masyarakat umum dan 129 responden ahli yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.
Hasil survei juga memperlihatkan penilaian terhadap kinerja Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Menurut responden masyarakat umum, kinerja Prabowo memperoleh skor 4,6 dari skala 10, sedangkan Gibran mendapatkan nilai 4,9.
Sementara itu, penilaian dari kelompok ahli memberikan skor 2,8 untuk kinerja Prabowo dan 2,2 untuk Gibran.
Perbedaan skor tersebut menunjukkan adanya perbedaan penilaian antara kelompok masyarakat umum dan kelompok ahli terhadap kinerja kedua pemimpin tersebut.