JAKARTA - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI masih mengkaji wacana pembentukan panitia khusus (pansus) untuk menindaklanjuti polemik dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. PKB menyatakan terbuka menerima berbagai masukan dari sejumlah kalangan, termasuk aliansi masyarakat sipil.
Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, pihaknya masih mempelajari berbagai pendapat yang berkembang mengenai usulan pembentukan pansus tersebut. PKB juga menghargai pandangan politikus Partai Demokrat Andi Arief yang menilai pansus dapat menjadi forum bagi Gibran untuk memberikan klarifikasi.
"Kami masih dalam posisi menerima dan mengkaji berbagai pendapat dan masukan dari sejumlah kalangan, termasuk aliansi masyarakat sipil," kata Jazilul kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Soal Pansus Ijazah Gibran, PKS Buka Suara: Publik Butuh Kejelasan, Mas Gibran Punya Hak Bicara Meski demikian, Jazilul menegaskan bahwa wacana pembentukan pansus masih sebatas pembicaraan. Hingga saat ini, PKB belum menyatakan keputusan untuk mendorong pembentukan pansus terkait polemik ijazah Gibran.
"Kami pun menghargai pendapat Pak Andi Arief, namun soal pansus masih sebatas wacana saja. Ya silakan berwacana," ujarnya.
Andi Arief Nilai Pansus Bisa Jadi Forum KlarifikasiSebelumnya, politikus Partai Demokrat Andi Arief menyebut Gibran justru dapat memperoleh kesempatan menjelaskan persoalan dokumen pendidikannya apabila DPR membentuk pansus.
Andi mengaitkan usulan tersebut dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai perkara syarat pendidikan Gibran saat mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024.
Menurut Andi, pansus dapat menjadi forum untuk mengklarifikasi berbagai pertanyaan yang berkembang di masyarakat. Ia juga mencontohkan pembentukan Pansus Century pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Tapi kita tahu bahwa Presiden SBY tidak melarang untuk terbentuknya pansus, justru pansus itu digunakan untuk mengklarifikasi semua tuduhan yang ada," kata Andi, Selasa (13/10/2026).
Ia menilai Gibran dapat memanfaatkan forum tersebut untuk menjelaskan dokumen pendidikan yang menjadi polemik.
"Jadi kalau menurut saya ini kesempatan kalau ada pansus, yang paling diuntungkan sebenarnya adalah Mas Gibran karena Mas Gibran bisa klarifikasi di pansus itu tersebut," tambahnya.
Polemik Berlanjut setelah Putusan MK