JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengaku sempat mengira kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih meluas hingga ratusan ribu hektare.
Namun, berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, luas lahan yang masih terbakar dan ditangani satuan tugas di enam provinsi tersisa 639,23 hektare.
Hal itu terungkap dalam pembahasan penanganan karhutla pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Baca Juga: Daftar 10 Menteri dengan Nilai Terendah Versi Survei Arawicaksa, Bahlil di Urutan Pertama dengan Skor 1,2 dari 10 Prabowo meminta Suharyanto memastikan angka tersebut karena jauh lebih kecil daripada perkiraannya.
"Kepala BNPB, saya mau rekonfirmasi ya. Jadi kondisi sekarang, total di 6 provinsi yang masih, masih harus dipadamkan berarti masih, masih terbakar ya, adalah 639,23 hektar. Apa benar itu?," tanya Prabowo kepada Suharyanto, Selasa, 13 Oktober 2026.
"Betul Bapak Presiden," jawab Suharyanto.
"Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu, ternyata sudah jauh ya," jelas Prabowo.
Meski luas lahan yang masih terbakar telah menyusut, pemerintah tetap melanjutkan upaya pemadaman, terutama di wilayah yang sulit dijangkau petugas.
Dalam pembahasan tersebut, Prabowo meminta agar kebutuhan 70 ribu polisi hutan ditindaklanjuti.
Menurut dia, penambahan personel diperlukan untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan kawasan hutan Indonesia.
"Karena itu, tolong sampaikan ke Menpan RB ya, kalau memang saya minta 70 ribu Polisi Hutan, itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita," kata Prabowo.
Prabowo juga membuka kemungkinan pelatihan personel dengan dukungan kepolisian maupun TNI untuk membantu pengamanan kawasan hutan.