JAKARTA - Sejumlah partai politik mulai menyatakan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Namun, pengamat politik menilai dukungan yang disampaikan sejak dini belum menjamin partai-partai tersebut akan tetap mendukung Prabowo hingga kontestasi mendatang.
Partai yang telah menyatakan dukungan antara lain Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Demokrat. Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem mengaku belum menentukan sikap terkait Pilpres 2029, meski tetap mendukung pemerintahan Prabowo hingga akhir masa jabatan.
Pengamat politik Citra Institute Efriza menilai, dukungan yang disampaikan lebih awal perlu dilihat secara hati-hati. Menurut dia, pernyataan tersebut belum tentu merupakan deklarasi resmi pencalonan, tetapi bisa menjadi strategi partai untuk menjaga posisi dalam pemerintahan.
Baca Juga: KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut, Ada Eks Kepala BBPJN "Partai politik yang menyatakan dukungan kepada Prabowo sejak dini, tidak dapat dipercaya sepenuhnya, sebab saat ini sekadar pernyataan bukan deklarasi dukungan, mereka sekadar berkomunikasi manis semata, tujuannya untuk mengamankan posisi dalam konfigurasi kekuasaan saat ini, sekaligus untuk menjaga kepentingan dan stabilitas politik semata," ujar Efriza, Senin (12/10/2026).
Efriza menjelaskan, dukungan sejak awal dapat membuka peluang bagi partai untuk membangun komunikasi lebih dekat dengan Presiden sekaligus memperjuangkan agenda politiknya. Namun, langkah tersebut juga memiliki risiko apabila kebijakan pemerintah tidak populer atau kinerjanya tidak sesuai harapan masyarakat.
Menurut dia, partai-partai kemungkinan akan mengevaluasi kembali posisi politiknya pada pertengahan 2027 hingga 2028. Kinerja pemerintahan, elektabilitas Prabowo, aspirasi konstituen, serta keuntungan politik selama berada di pemerintahan dapat memengaruhi keputusan mereka.
Karena itu, Efriza menilai dukungan yang muncul saat ini belum menjadi jaminan bahwa partai-partai tersebut akan secara resmi mengusung Prabowo pada Pilpres 2029.
Peluang Petahana Jadi Pertimbangan
Peneliti senior bidang politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, melihat dukungan dini kepada Prabowo sebagai langkah yang rasional. Menurutnya, partai politik mempertimbangkan peluang kemenangan petahana ketika menentukan sikap politik.
"Dukungan diberikan sejak awal tersebut tampaknya penting bagi partai tersebut. Ini penting karena kandidat petahana akan berpeluang menang lebih kuat dibandingkan dengan calon lain. Jadi, wajar jika kemudian partai-partai tersebut memberikan dukungan sejak dini," ujar Lili, Senin (12/10/2026).
Lili menilai, selama Prabowo tetap maju dan memiliki peluang kemenangan yang kuat, kemungkinan partai-partai tersebut berpindah dukungan relatif kecil. Meski demikian, keputusan akhir tetap dipengaruhi perkembangan politik menjelang pemilihan.
Sementara itu, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, menilai dukungan partai dapat berubah apabila elektabilitas Prabowo mengalami penurunan atau muncul perubahan dalam peta persaingan politik.