ACEH BESAR – Warga Ulee Kareng dan sekitarnya mengeluhkan kondisi Jalan T. Nyak Arief yang rusak parah dan dipenuhi lubang.
Kerusakan jalan dari Jembatan Cot Irie menuju Lamnyong itu dinilai membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor, terlebih saat hujan dan malam hari.
Sejumlah lubang dengan berbagai ukuran terlihat di sepanjang jalan tersebut.
Baca Juga: Samuel F. Silaen Kritik Arah Negara: Jangan Sibuk Mengatur Ruang Privat, Persoalan Publik Terabaikan Ketika hujan turun, air menggenangi lubang sehingga menyulitkan pengendara memperkirakan kedalaman dan kondisi permukaan jalan.
Keluhan itu disampaikan Heri, warga Ulee Kareng yang berdomisili di sekitar Cot Irie, kepada Bitvonline pada Senin, 12 Oktober 2026.
Menurut Heri, Jalan T. Nyak Arief merupakan salah satu jalur yang ramai dilalui masyarakat, termasuk mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) dan UIN Ar-Raniry.
Kerusakan jalan yang menghubungkan Kecamatan Ingin Jaya, kawasan Cot Irie, Ulee Kareng, serta akses menuju kedua kampus tersebut dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan.
Pantauan Bitvonline pada Senin, 12 Oktober 2026, menemukan sejumlah lubang di sepanjang jalan, mulai dari Jembatan Cot Irie hingga kawasan makam T. Nyak Arief, pahlawan nasional asal Aceh.
Heri mengaku kesal dengan kondisi jalan yang menurutnya telah bertahun-tahun mengalami kerusakan tanpa perbaikan menyeluruh.
Ia juga menceritakan pengalaman pengendara yang roda sepeda motornya pernah terperosok ke dalam lubang.
"Jalan ini sudah bertahun-tahun rusak, tapi belum ada perbaikan perbaikan dari Pemerintah Aceh Besar, bahkan sudah dua kali ganti Bupati." ujar Heri.
Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap jalan yang setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas.