BANDA ACEH – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Logistik Polda Aceh Tahun Anggaran 2026 di Ballroom Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, Senin, 12 Oktober 2026.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengelolaan logistik kepolisian agar lebih profesional, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Rakernis tersebut mengusung tema "Menuju Era Baru Logistik Polri yang Adaptif, Prediktif, Efisien, Modern, dan Berkelanjutan".
Baca Juga: Warga Percut Sei Tuan Dukung Penggerebekan Sarang Narkoba, Mengaku Resah hingga Merasa Terancam Kegiatan ini dihadiri pejabat utama Polda Aceh, para kapolres jajaran, tamu undangan, serta peserta dari satuan fungsi logistik di lingkungan Polda Aceh.
Dalam sambutan Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan yang dibacakan Wakapolda, Rakernis disebut sebagai forum penting untuk menyamakan pemahaman, mengevaluasi pelaksanaan tugas, dan menyusun strategi guna meningkatkan efektivitas pengelolaan logistik Polri.
Fungsi logistik tidak hanya bertugas menyediakan barang dan jasa, tetapi juga memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang tugas kepolisian.
Pengelolaan logistik karena itu harus mengutamakan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
"Dalam pengelolaan aset, penertiban administrasi barang milik negara (BMN), percepatan penghapusan aset yang rusak berat atau tidak lagi digunakan sesuai ketentuan, serta penyelesaian legalitas tanah milik negara yang dimanfaatkan untuk kepentingan kepolisian harus menjadi perhatian," ujarnya.
Selain pengelolaan aset, perencanaan dan pengadaan barang serta jasa juga menjadi perhatian.
Pengadaan harus didasarkan pada kebutuhan nyata di lapangan, ketersediaan anggaran, dan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Seluruh proses pengadaan wajib dilakukan secara transparan, adil, efektif, efisien, dan akuntabel.
Dengan demikian, barang dan jasa yang diperoleh diharapkan memiliki kualitas yang baik serta dapat menunjang pelaksanaan tugas kepolisian secara optimal.