MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengungkapkan pernah berselisih dengan seorang kepala kejaksaan negeri (Kajari) saat masih menjabat Wali Kota Medan. Perselisihan itu disebut bermula dari laporan mengenai dugaan permintaan uang kepada sejumlah kepala sekolah.
Bobby mengatakan, peristiwa tersebut sudah lama terjadi dan telah ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Namun, dia tidak mengungkap identitas pejabat yang dimaksud maupun kejaksaan tempat pejabat tersebut bertugas.
"Saya sudah tahu. Itu sudah lama (pencopotannya), dan terima kasih kepada Kejagung," kata Bobby, Jumat (9/10/2026).
Baca Juga: Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran, Bobby Nasution Minta Pemerintah Prioritaskan Kebutuhan Rakyat Bobby menjelaskan, cerita yang disampaikannya dalam acara peluncuran program Jaksa Sahabat Pendidik pada Selasa (6/10/2026) merupakan pengalaman saat dirinya masih memimpin Kota Medan.
Menurut Bobby, perselisihan tersebut bermula setelah dirinya menerima laporan dari Dinas Pendidikan mengenai dugaan permintaan uang kepada sejumlah kepala sekolah. Nominal yang disebut dalam laporan itu berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta.
Setelah menerima laporan, Bobby mengaku langsung menghubungi Kajari yang bersangkutan. Dia meminta agar kebutuhan dana tidak dibebankan kepada kepala sekolah.
"Saya bilang, kalau memang uang itu diperlukan, jangan dari kepala sekolah. Minta saja ke saya. Bahkan saya katakan kalau perlu saya serahkan langsung di depan Pak Kajati," ujarnya.
Bobby mengatakan, pada akhirnya uang tersebut tidak jadi diberikan. Namun, hubungan antara Pemerintah Kota Medan dan kejaksaan negeri yang bersangkutan disebut sempat merenggang.
Bobby menegaskan tidak akan mengungkap nama pejabat maupun satuan kerja kejaksaan yang dimaksud. Dia juga tidak menyebut secara pasti tahun kejadian tersebut.
"Saya tidak akan menyebut apakah Kejari Medan atau Kejari Belawan. Tahun kejadiannya juga tidak akan saya sebut," kata Bobby sebelumnya.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah pejabat yang disinggung Bobby merupakan salah satu dari tiga Kajari Medan yang bertugas selama periode kepemimpinannya sebagai wali kota.
Bobby Nasution menjabat Wali Kota Medan pada 26 Februari 2021 hingga 20 Februari 2025. Selama periode tersebut, jabatan Kajari Medan diisi oleh tiga pejabat berbeda.