JAKARTA — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko memberikan pandangan mengenai masuknya nama Rocky Gerung dalam jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Dari puluhan nama tersebut, kehadiran akademisi Rocky Gerung menjadi salah satu perhatian publik.
Baca Juga: Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, SBY dan Jokowi Turut Hadir Budiman menyebut keberadaan seorang filsuf di lingkaran penasihat kepala pemerintahan memiliki arti penting.
Menurut dia, seorang pemikir dapat membantu pemimpin memetakan arah dan tantangan sejarah bangsa.
Pandangan tersebut disampaikan Budiman melalui unggahan video di akun X pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Di atas cuplikan video itu, Budiman mencantumkan tulisan: Saat #FilsafatDanKekuasaan harus berjalan bersama..
Dalam pernyataannya, Budiman mengutip gagasan mantan Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln mengenai hubungan filsafat, pendidikan, dan pemerintahan.
"Abraham Lincoln pernah berkata-kata seperti ini. Filsafat hidup yang diajarkan di ruang-ruang kelas sebuah generasi akan jadi filsafatnya pemerintahan yang akan datang," katanya.
Budiman kemudian menekankan pentingnya kehadiran filosof dalam struktur kekuasaan.
Menurut dia, pemimpin yang memahami tugas sejarahnya tidak cukup hanya dikelilingi orang-orang dengan keahlian teknis.
Para pemikir yang mampu melihat persoalan dari sudut pandang filsafat, kata Budiman, juga dibutuhkan dalam pemerintahan.