BANDUNG- Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir menilai negara perlu ikut menjaga keberlangsungan ekosistem pers nasional di tengah perubahan teknologi digital dan kuatnya pengaruh algoritma platform.
Hal itu disampaikan Akhmad Munir dalam talk show dialog KIBAR (Kupas Kebijakan Arah Pembangunan Rakyat) yang disiarkan TVRI Bandung, Jumat (2/10/2026). Dialog tersebut turut menghadirkan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat Adiyana Slamat dan pengamat pers sekaligus anggota Dewan Pakar PWI Pusat Eduard Depari.
Munir mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh dan mengonsumsi informasi. Distribusi berita yang sebelumnya banyak ditentukan media massa kini turut dipengaruhi platform digital dan algoritma.
Baca Juga: Sembunyi di Sumur Kamar Mandi, Terduga Begal di Sampali Akhirnya Ditangkap Polisi "Media harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tetapi adaptasi itu tidak boleh mengorbankan kualitas jurnalistik," ujar Munir.
Menurutnya, tantangan pers saat ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan industri media, kualitas jurnalistik, serta kedaulatan informasi.
Algoritma platform digital, kata Munir, membuat media menghadapi persoalan baru karena berita yang memiliki kualitas belum tentu mendapatkan jangkauan luas apabila tidak sesuai dengan mekanisme distribusi platform.
Kondisi tersebut dapat mendorong media lebih memperhatikan keterbacaan dan perhatian publik. Karena itu, menurut Munir, media perlu menemukan keseimbangan antara kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan konsistensi menjaga standar jurnalistik.
Munir menilai negara memiliki ruang untuk ikut menjaga keberlangsungan ekosistem pers nasional. Bentuknya dapat dilakukan melalui regulasi dan kebijakan yang memberi ruang bagi industri pers untuk berkembang sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan informasi berkualitas.
"Baik dalam industrinya maupun dalam substansi jurnalismenya, semestinya negara hadir melakukan pendekatan yang holistik," katanya.
Dia menyebut sejumlah negara masih mampu mempertahankan keberadaan media konvensional meski perkembangan platform digital semakin pesat. Menurut Munir, berbagai praktik tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran dalam membangun ekosistem media yang sehat di Indonesia.
Namun, dia menegaskan perlindungan terhadap industri pers bukan berarti membatasi kebebasan pers. Menurutnya, dukungan terhadap ekosistem pers diperlukan agar media tetap mampu menjalankan fungsi jurnalistiknya.
"Banyak ruang yang bisa dilakukan melalui kemitraan antara masyarakat pers, yang di dalamnya ada PWI, bersama negara untuk menguatkan industri pers nasional," ujarnya.