JAKARTA – Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesama, dan alam di tengah berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan modern.
Dalam refleksi kebangsaannya berjudul "Ketika Manusia Terpisah dari Dirinya", Rido menyoroti berbagai persoalan seperti kerusakan lingkungan, ketidakadilan, konflik sosial, kecemasan, hingga menurunnya kepercayaan antarmanusia.
Menurut Rido, berbagai persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari cara manusia memandang dirinya dan lingkungan di sekitarnya.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet Prabowo, Ini Harapan Dunia Usaha Menuju 2027 Kemajuan Tak Selalu Membuat Hidup Lebih Baik
Rido mengawali refleksinya dengan menyoroti sejumlah bencana yang terjadi di kawasan Asia.
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta bencana banjir bandang di kawasan Himalaya menjadi gambaran tentang hubungan manusia dengan alam yang semakin kompleks.
Menurut dia, kedua peristiwa tersebut memiliki pemicu yang berbeda.
Namun, keduanya memperlihatkan persoalan yang sama, yakni terganggunya keseimbangan alam dan manusia yang baru menyadari keterkaitannya dengan lingkungan setelah bencana terjadi.
Rido kemudian mempertanyakan paradoks peradaban modern.
Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan komunikasi tidak selalu membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik.
"Mengapa kemajuan tidak selalu membuat kehidupan menjadi lebih baik? Barangkali karena selama ini kita terlalu sibuk membangun dunia di luar diri, tetapi lupa membangun manusia yang akan menghuninya," tulis Rido.
Menurut dia, manusia modern semakin sering mengukur keberhasilan berdasarkan apa yang dimiliki, jabatan yang dicapai, kekuasaan yang diperoleh, hingga pengakuan dari orang lain.