JAKARTA- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai kelompok separatis yang harus ditindak. Namun, Agus menegaskan penyelesaian persoalan di Papua tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan militer dan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat menghadiri Festival Band Tahun 2026 dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Aldiron, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026).
Saat ditanya mengenai kelompok yang memprotes tindakan TNI di Papua, Agus menyebut OPM sebagai kelompok separatis.
Baca Juga: Aceh Youthpreneur 2026 Dorong Pemuda Sulap Potensi Lokal Jadi Peluang Usaha "Ya OPM ini kan separatis, ya harus ditumpas. Tidak boleh ada separatis di negara kita," kata Agus.
Meski demikian, Agus mengatakan persoalan Papua harus ditangani secara kolaboratif. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur pemerintah diperlukan agar penyelesaian persoalan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan.
"Saya udah bilang awal dulu ya bahwa penyelesaian Papua itu harus kolaborasi, tidak hanya TNI. Kalau konotasinya hanya TNI nanti kekerasan," ujarnya.
Agus mengatakan kondisi geografis dan luasnya wilayah Papua membuat penanganan persoalan di daerah tersebut membutuhkan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait.
Selain menjalankan operasi keamanan, TNI juga melakukan pendekatan teritorial di sejumlah wilayah Papua. Kegiatan tersebut antara lain pembangunan fasilitas umum, penyediaan sarana air bersih, perbaikan sekolah dan pelayanan kesehatan.
Agus juga menyebut sejumlah prajurit ditugaskan mengajar di daerah-daerah terpencil.
"Bahkan prajurit saya ada yang mengajar, mengajar di daerah-daerah terpencil," katanya.
Menurut Agus, kegiatan teritorial tersebut merupakan bagian dari upaya membantu pemerintah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua.
"Jadi kita ke sana membantu percepatan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di sana, mempercepat pembangunan," ujar Agus.