JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) mempelajari sistem program makan gratis di Jepang untuk menjadi bahan pengembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penerapan model dapur terpusat atau central kitchen.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya ingin mempelajari berbagai praktik terbaik dari negara yang dinilai memiliki pengalaman dalam menjalankan program makan gratis bagi siswa.
Hal itu disampaikan Sudaryono dalam audiensi BGN dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia.
Baca Juga: RAPBN 2027 Disepakati Rp4.106 Triliun: Ini Besaran Anggaran Pendidikan, MBG hingga Kesehatan "Intinya adalah kami ingin belajar dari negara yang salah satu yang terbaik dalam program free meals-nya. Kami sedang mempelajari hal-hal yang bisa kita dapat dari program tersebut, mulai dari cara pelaksanaan, penanganan, hingga peran masing-masing pihak," kata Sudaryono dalam keterangannya, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Menurut Sudaryono, pembelajaran tersebut tidak hanya berkaitan dengan menu makanan. BGN juga melihat pola kerja sama antara sekolah, guru, kepala sekolah, siswa hingga orang tua dalam mendukung pelaksanaan program makan gratis.
"Kami ingin banyak mendengar, banyak belajar, banyak melihat, kemudian banyak mengadopsi yang baik-baik dan yang bagus-bagus dari banyak sumber, sehingga program free meals kita ini bisa berjalan sebaik-baiknya di Indonesia," ujarnya.
Salah satu praktik yang menarik perhatian BGN adalah fleksibilitas sistem penyediaan makanan di Jepang. Tidak seluruh sekolah memasak makanan secara langsung di fasilitas sekolah.
Jepang juga menerapkan model *central kitchen*, yakni makanan dimasak di dapur terpusat dalam jumlah besar sebelum dikirim dan didistribusikan ke sekolah-sekolah.
"Di Jepang sendiri juga mengadopsi adanya Central Kitchen. Jadi ada dua tipe, ada yang dimasak di sekolah, tetapi ada juga yang menggunakan model Central Kitchen, ini menjadi satu pelajaran baru," kata Sudaryono.
Dia mengatakan model tersebut berpeluang dipelajari untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan MBG di Indonesia.
"Siapa tahu kita bisa juga meniru dengan langkah-langkah yang barangkali perlu di-adjust terhadap pelaksanaan MBG bagi kita," sambungnya.
BGN diketahui telah menjalin kerja sama dengan JICA sejak 2024. Lembaga tersebut juga rutin mengirim peserta pelatihan ke Jepang untuk mempelajari berbagai pengalaman terkait program makan gratis.