JAKARTA - Kabar duka datang dari keluarga besar Presiden pertama RI Soekarno. Seniman sekaligus politikus Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra atau Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun, Sabtu (26/9/2026).
Guruh mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, sekitar pukul 04.16 WIB. Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra Bin Sukarno pada usia 73 Tahun," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga: Megawati Siap Pecat 1.000 Kader PDIP Jika Bermain-main dengan Uang Negara Sebelum meninggal dunia, Guruh disebut telah menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar dua pekan. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira sebelumnya menyebut kabar mengenai kondisi kesehatan Guruh tersebut.
Kondisi Guruh juga sempat dilaporkan kritis sebelum akhirnya meninggal dunia. Namun, penyebab pasti kematiannya belum dipaparkan secara rinci oleh pihak keluarga maupun rumah sakit.
Guruh diketahui pernah mengalami persoalan kesehatan pada 2011. Saat itu, dia sempat menjalani perawatan di ruang ICU sebuah rumah sakit di Solo setelah mengalami gangguan kesehatan. Namun, Guruh ketika itu membantah kabar bahwa dirinya mengalami penyakit jantung dan menyebut kondisinya menurun karena kelelahan.
Dengan demikian, riwayat kesehatan tersebut merupakan catatan masa lalu dan tidak dapat dijadikan sebagai kepastian mengenai penyebab wafat Guruh pada 2026.
Guruh merupakan putra bungsu Presiden Soekarno dan Fatmawati serta adik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ia dikenal sebagai seniman sekaligus tokoh yang aktif dalam dunia politik.
Selain kiprahnya di bidang seni dan budaya, Guruh juga pernah menjalani aktivitas politik sebagai kader PDI Perjuangan.
Kepergian Guruh menambah catatan duka bagi keluarga besar Soekarno serta dunia seni dan politik Indonesia. Sejumlah tokoh kemudian menyampaikan penghormatan dan belasungkawa atas wafatnya Guruh.
Jenazah Guruh selanjutnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta. Keluarga juga meminta masyarakat memberikan doa serta memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhum.* (d/dh)