REMBANG – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyebut ulama memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Menurut dia, ulama menjadi lentera sekaligus kompas yang memberikan arah, nasihat, dan doa bagi bangsa dan negara.
Pernyataan itu disampaikan Listyo Sigit saat menghadiri kegiatan Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).
Baca Juga: Kapolda Aceh Cek Huntap Korban Banjir di Aceh Tamiang, 250 Rumah Ditargetkan Dihuni Awal 2027 Kapolri mengatakan, peran ulama telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Pada masa tersebut, ulama bersama umara turut berperan dalam menjaga bangsa dan negara.
"Ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara," ujar Kapolri.
Menurut Listyo Sigit, peran ulama tetap dibutuhkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.
Terlebih, Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan kelompok masyarakat.
Keberagaman tersebut, kata dia, perlu terus dijaga dan dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan dalam mempertahankan persatuan bangsa.
Bagi Polri, Kapolri melanjutkan, bimbingan dan doa para ulama juga memiliki arti penting bagi personel dalam menjalankan tugas.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu Polri menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memberikan perlindungan serta pengayoman kepada masyarakat.
Kapolri berharap hubungan antara ulama dan umara terus terjaga.