MEDAN - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan mengimbau masyarakat di pesisir Medan Utara mewaspadai potensi banjir rob dengan ketinggian pasang laut mencapai 2,7 meter. Kondisi tersebut diprediksi terjadi mulai 26 September hingga 2 Oktober 2026.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Marelan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Nur Auliakhansa, mengatakan masyarakat di kawasan pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut.
Baca Juga: Hujan Es Hebohkan Medan Johor, BBMKG Ungkap Penyebab dan Ciri-cirinya "Masyarakat pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan diimbau untuk waspada dengan potensi banjir rob pada 26 September-2 Oktober 2026," ujar Nur, Kamis (24/9/2026).
Menurut Nur, banjir rob terjadi akibat aktivitas pasang air laut yang dipengaruhi fenomena alam.
Berdasarkan analisis BMKG, peningkatan volume air laut diprediksi terjadi dalam dua periode setiap harinya, yakni pada dini hari hingga pagi serta siang hari.
"Pasang di atas 2,3 meter diprediksi terjadi pada pukul 01.00-05.00 WIB dan pukul 14.00-15.00 WIB dengan pasang tertinggi 2,7 meter. Ketinggian pasang diukur dari titik surut terendah," jelasnya.
Potensi luapan air laut tersebut dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Gangguan juga berpotensi terjadi pada kegiatan bongkar muat di pelabuhan serta mobilitas transportasi di wilayah terdampak.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di kawasan rawan genangan untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode pasang tinggi.
Warga juga diminta memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang disampaikan BMKG untuk mengantisipasi dampak banjir rob.
Dengan potensi pasang hingga 2,7 meter, masyarakat pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Marelan perlu memperhatikan jadwal pasang laut, terutama pada dini hari hingga pagi serta periode siang hari.* (tm/dh)