SOLO - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasan dirinya mengunjungi warga terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jokowi mengatakan dirinya datang karena mengetahui masih ada warga yang menurutnya belum tersentuh bantuan.
Jokowi mengunjungi korban gempa di Palue pada Rabu (16/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, dia berdialog dengan warga, meninjau sejumlah kerusakan akibat gempa, menyerahkan bantuan secara simbolis hingga menginap di lokasi pengungsian.
"Ya, karena belum tersentuh oleh bantuan," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga: Tuding Dakwaan Cacat dan Salah Objek, Kubu Roy Suryo Desak Kasus Ijazah Jokowi Batal Demi Hukum Jokowi mengatakan kunjungannya tidak hanya untuk melihat kondisi para korban. Dia juga menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.
Menurut Jokowi, selama berada di lokasi, dirinya menerima sejumlah permintaan dari masyarakat. Dia kemudian menyampaikan kondisi tersebut sebagaimana yang diketahuinya kepada publik.
"Karena ada permintaan-permintaan dari masyarakat, ya saya sampaikan apa adanya kan," ungkap Jokowi.
Jokowi juga menegaskan kunjungannya ke Palue tidak berkaitan dengan kepentingan politik. Dia menyebut kedatangannya semata-mata untuk alasan kemanusiaan dan memberikan dukungan kepada warga yang terdampak bencana.
"Kita enggak memakai bendera apa-apa. Karena kemanusiaan saja, saudara-saudara kita yang terkena bencana," tegasnya.
Saat berkunjung, Jokowi melihat langsung kondisi warga serta sejumlah kerusakan infrastruktur dan bangunan akibat gempa. Dia juga bertemu dengan masyarakat terdampak di lokasi pengungsian.
Sebelumnya, bantuan untuk warga terdampak gempa di Palue juga telah disalurkan pemerintah melalui jalur udara. BNPB pada 7 September 2026 menyatakan bantuan berupa sembako dan obat-obatan dikirim menggunakan helikopter ke Pulau Palue untuk kemudian disalurkan kepada pengungsi.
Jokowi menegaskan dirinya saat ini sudah tidak memiliki kewenangan pemerintahan karena telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden. Karena itu, dia mengatakan kedatangannya merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Kunjungan tersebut berlangsung sekitar satu bulan setelah gempa bumi yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026. Penanganan pascabencana di wilayah terdampak kemudian berlanjut pada penyaluran bantuan dan pemulihan kondisi masyarakat.* (k/dh)