JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan tidak ingin pemerintah mengeluarkan anggaran besar untuk menjadi tuan rumah berbagai pertandingan internasional.
Sikap tersebut disebut sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Prabowo mengatakan sejumlah proposal agar Indonesia menjadi tuan rumah pertandingan internasional pernah disampaikan kepadanya.
Baca Juga: SIPD dan SIJOGI Diluncurkan, Bupati Labusel Dorong Tata Kelola Pemerintahan Lebih Efisien: Tinggalkan Cara Lama untuk Pelayanan Lebih Baik Namun, ia memilih menolak usulan tersebut karena mempertimbangkan besarnya anggaran yang harus dikeluarkan.
"Saya pikir daripada, sebagai contoh ya, saya mungkin dituduh kurang menghormati atau apa, saya termasuk yang kemarin berapa apa itu yang sodorkan ke saya, 'Pak, kita jadi tuan rumah pertandingan internasional, macam-macam lah'. Saya bilang sudahlah, karena kita belum tentu kita bisa dapat medali emas ngapain kita keluarin ratusan miliar untuk jadi tuan rumah ya kan? Kurangi," tegas Presiden Prabowo dalam sebuah sesi wawancara dengan wartawan di kediamannya di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 16 September 2026.
Menurut Prabowo, efisiensi anggaran menjadi salah satu hal penting dalam pengelolaan keuangan negara.
Ia mengatakan anggaran yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan seremonial dapat dialihkan untuk kebutuhan yang dianggap lebih penting, termasuk menghadapi potensi bencana.
Kebijakan penghematan tersebut, kata Prabowo, juga mencakup berbagai kegiatan di kementerian dan lembaga.
Beberapa di antaranya seminar, forum group discussion (FGD), kunjungan kerja, hingga kebutuhan perlengkapan kegiatan.
"Jadi hal-hal semacam itu ternyata kita bisa menghemat banyak. Seminar, FGD, kunjungan kerja, luar biasa. Di bulan, di tahun-tahun pertama, bulan-bulan pertama saya mimpin, 2025 saya kita bisa menghemat Rp300 triliun. Anda bayangkan, Rp300 triliun. Biaya pembelian alat tulis, percetakan, suvenir ya, sewa gedung, peralatan, rapat, seminar dan sejenis kajian kita banyak sekali yang kita hemat," pungkasnya.
Pernyataan Prabowo mengenai efisiensi anggaran kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung di Indonesia.
FIFA telah menetapkan Indonesia dan Hong Kong sebagai tuan rumah edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026.