JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bertahap di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) untuk memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan wilayah 3T menjadi salah satu prioritas dalam perluasan layanan MBG. Selain itu, BGN juga memprioritaskan daerah yang memiliki angka stunting tinggi dan sangat tinggi.
Pembukaan SPPG akan dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan serta kesiapan masing-masing wilayah.
Baca Juga: "Jangan Cuma Cari Penyebab, Pastikan SOP Dijalankan Benar", DPR Desak Evaluasi Total usai 352 Siswa Lombok Tengah Keracunan MBG "Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali," kata Sudaryono, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Sudaryono mencontohkan wilayah Maluku dan Papua yang masih memiliki banyak satuan pendidikan yang belum terlayani program MBG. Berdasarkan pendataan BGN, terdapat sekitar 15.000 satuan pendidikan di kedua wilayah tersebut yang belum memperoleh layanan MBG.
"Contoh saja misalnya di Maluku dan di Papua, ada sekitar 15.000 satuan pendidikan yang belum terlayani. Tentu saja wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas, ditambah dengan wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan wilayah-wilayah 3T lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia," jelasnya.
Untuk memperluas layanan tersebut, BGN akan membuka SPPG di wilayah yang telah ditetapkan sebagai prioritas. Namun, pembukaan SPPG tidak dilakukan secara serentak.
Menurut BGN, pelaksanaan pembukaan SPPG akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan di masing-masing wilayah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses program MBG hingga ke daerah yang selama ini belum mendapatkan layanan, terutama wilayah 3T dan daerah dengan persoalan stunting yang masih tinggi.
Perluasan layanan juga menjadi bagian dari upaya BGN memastikan program MBG dapat menjangkau lebih banyak satuan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.* (oz/dh)