MEDAN — Dinas Kesehatan Sumatera Utara meminta seluruh siswa, khususnya penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG), lebih teliti sebelum mengonsumsi makanan yang diberikan.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut Muhammad Faisal Hasrimy mengatakan siswa perlu memperhatikan kondisi makanan sebelum menyantapnya.
Hal yang perlu diperhatikan antara lain batas waktu konsumsi, aroma, hingga perubahan warna makanan.
Baca Juga: DPRD Sumut Beri Waktu 2 Hari untuk Turunkan Harga Ayam, Produsen Terancam Ditindak "Para siswa diminta jangan mengonsumsi MBG apabila sudah berbau, lewat dari batas jam konsumsi maupun berubah warna, jadi harus tetap teliti," ujar Faisal melalui pesan tertulis, Jumat (11/9/2026).
Imbauan tersebut disampaikan di tengah perhatian terhadap keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG di Sumatera Utara.
Selain mengingatkan siswa, Dinkes Sumut akan memperketat pembinaan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program MBG di wilayah Sumatera Utara.
Pembinaan dilakukan melalui edukasi serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Faisal mengatakan seluruh petugas yang terlibat dalam pelaksanaan MBG wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP).
Menurut dia, kepatuhan terhadap SOP penting untuk memastikan program pemerintah tersebut berjalan dengan memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan makanan.
Dinkes Sumut juga menyatakan siap berkolaborasi dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) apabila diperlukan untuk para petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG.
Langkah tersebut termasuk pemeriksaan atau skrining kesehatan bagi petugas yang menangani makanan.
"Jika penjamah makanan butuh CKG, kita siap bekerja sama jika mereka pun membutuhkan penanganan ataupun skrining kesehatan," katanya.