BATU BARA – Dalam rangka mendukung program nasional ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, meninjau langsung lahan pertanian komoditas pisang dan jagung serta fasilitas mess warga binaan di Air Joman, Rabu (9/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan Kalapas bersama jajaran sebagai bagian dari evaluasi terhadap perkembangan program pertanian yang tengah dijalankan. Dalam kunjungan itu, Hamdi Hasibuan melihat secara langsung kondisi tanaman pisang serta memastikan lahan jagung yang baru selesai ditanami bibit memasuki tahap perawatan secara intensif.
Perawatan pascatanam menjadi salah satu perhatian utama guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal. Jajaran Seksi Kegiatan Kerja dan petugas pendamping diberikan arahan terkait pola perawatan tanaman, penyiraman secara rutin, serta pemantauan kondisi lahan dan tanaman.
Baca Juga: Kupas Tuntas Sentilan Menko Pangan Zulhas: Ikan Indonesia Dicuri Asing Rp 200 Triliun per Tahun Akibat Kapal Nelayan Kita Kalah Tangguh Selain meninjau lahan pertanian, Kalapas juga mengevaluasi kondisi sarana dan prasarana mess warga binaan yang telah selesai dibangun. Pemeriksaan meliputi aspek kelayakan, kebersihan, keamanan, serta kenyamanan fasilitas yang nantinya mendukung pelaksanaan kegiatan pertanian di lokasi tersebut.
Hamdi menekankan pentingnya pengelolaan lahan dan fasilitas secara maksimal agar seluruh program dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Optimalisasi lahan ketahanan pangan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemasyarakatan dalam memberdayakan warga binaan melalui kegiatan produktif. Kami ingin pembinaan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi mereka setelah kembali ke tengah masyarakat," ujar Hamdi.
Menurutnya, kegiatan pertanian seperti budidaya pisang dan jagung memiliki nilai strategis karena tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan di bidang pertanian.
Kalapas juga meminta seluruh jajaran terkait untuk menjaga konsistensi dalam melakukan perawatan tanaman serta memastikan fasilitas pendukung tetap terpelihara dengan baik.
"Program ini harus dikelola dengan serius dan berkelanjutan. Mulai dari perawatan tanaman hingga pemeliharaan fasilitas harus dilakukan secara bersama-sama agar hasilnya dapat memberikan manfaat yang optimal," tegasnya.
Melalui optimalisasi lahan pertanian tersebut, Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku terus mendorong terciptanya program pembinaan kemandirian yang produktif, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.* (dh)