Serangan Israel di Beirut Memicu Ketegangan Regional, Indonesia Desak Penghentian Kekejaman

BITVonline.com - Senin, 30 September 2024 04:08 WIB

BEIRUT -Gempuran udara yang dilancarkan oleh Israel menghancurkan lantai atas sebuah gedung apartemen di kawasan Cola, Beirut, yang diduga milik dua anggota kelompok Islamis Lebanon, Jamaa Islamiya. Menurut sumber keamanan Lebanon yang dihubungi AFP, serangan pesawat nirawak tersebut mengakibatkan sedikitnya empat orang tewas. Hingga kini, belum ada komentar resmi dari pihak militer Israel mengenai insiden ini.

Petugas pemadam kebakaran terlihat berkumpul di lokasi gedung yang terkena serangan, yang menambah deretan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Serangan yang terus berlanjut ini berpotensi melibatkan kekuatan besar seperti Iran dan Amerika Serikat.

Dalam laporan yang berkembang, intensitas serangan Israel di Lebanon telah meningkat pesat, menyebabkan lebih dari 100 orang tewas pada hari Minggu (29/9). Kejadian tragis ini terjadi setelah konfirmasi bahwa pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, tewas dalam serangan Israel. Sementara itu, di Yaman, serangan terhadap milisi Houthi di Hodeidah juga menelan korban, dengan empat orang tewas dan 29 lainnya mengalami luka-luka. Serangan ini diklaim sebagai respons atas peluncuran rudal oleh Houthi.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa lebih dari seribu orang telah tewas dan sekitar 6.000 lainnya terluka dalam dua minggu terakhir akibat serangan yang terus berulang. Situasi ini memaksa sekitar satu juta orang untuk meninggalkan rumah mereka, menambah krisis kemanusiaan yang sudah parah di negara itu.

Tanggapan Indonesia

Di tengah ketegangan yang meningkat, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pada 29 September mengeluarkan pernyataan keras menanggapi serangan Israel di kawasan Dahiya, Beirut Selatan. “Serangan Israel terhadap kawasan Dahiya merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan negara lain,” tegas Kemlu dalam pernyataan tersebut.

Kemlu menambahkan bahwa serangan ini tidak hanya akan mendorong eskalasi kekerasan di Lebanon, tetapi juga dapat berakibat pada konflik regional yang lebih luas. “Penjajahan dan kekejaman Israel di Palestina harus dihentikan sekarang juga,” ujarnya, menggarisbawahi urgensi untuk mengakhiri tindakan militer Israel yang telah berlangsung lama.

“Pengakhiran pendudukan Israel adalah satu-satunya solusi dalam mewujudkan perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah,” lanjut Kemlu, menegaskan komitmen Indonesia terhadap kedaulatan Palestina dan keinginan untuk melihat perdamaian yang hakiki di kawasan tersebut.

Dengan situasi yang semakin memanas, perhatian internasional terhadap konflik ini semakin meningkat. Berbagai negara dan organisasi kemanusiaan mendesak semua pihak untuk menahan diri dan mencari solusi damai guna menghindari jatuhnya lebih banyak korban jiwa dan kerugian material.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Polisi Buka Peluang Periksa Jampidsus Febrie Adriansyah dalam Pendalaman Kasus Korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel

Nasional

Tak Berhenti di 12 Lokasi! Polisi Akan Geledah Titik Baru dalam Kasus Korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel

Nasional

Fantastis! Ini Rincian Barang Bukti yang Disita Polisi dari Kasus Dugaan Korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel

Nasional

Polri Segera Umumkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara, ASABRI, dan Krakatau Steel

Nasional

Bobby Nasution Apresiasi SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Jadi SMA Negeri Pertama di Indonesia Berstatus IB World School

Nasional

Ketua Harian Dekranas Beri Dukungan untuk Perajin Aceh di Makassar: Aceh Bangkit, Aceh Bangkit!