JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran di kawasan Bukit Soeharto mencapai 458 hektare.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan laporan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat pembahasan penanganan karhutla, Senin (7/9/2026).
"Kami laporkan juga di luar enam provinsi tadi ini juga terjadi kebakaran-kebakaran di tempat lain yang sedang kami tangani, yang pertama di IKN Kalimantan Timur ada di kawasan IKN Bapak Presiden di Bukit Soeharto ada 458 hektare," kata Suharyanto.
Baca Juga: Lebih Baik Lebih daripada Kurang, Prabowo Minta Helikopter hingga Ekskavator Mini Disiapkan di Desa Rawan Karhutla Menurut Suharyanto, penanganan kebakaran masih berlangsung. BNPB mengerahkan Satgas Darat dan helikopter water bombing untuk membantu memadamkan api di kawasan tersebut.
Mendengar laporan itu, Prabowo meminta BNPB memberikan perhatian khusus terhadap kebakaran yang berada dekat kawasan IKN.
"Yang harus diperhatikan juga kebakaran yang dekat IKN itu. Harus diperhatikan," ujar Prabowo.
Presiden juga meminta agar kebakaran di Bukit Soeharto tidak sampai merembet ke area inti IKN. Prabowo bahkan membuka kemungkinan pengerahan aset tambahan untuk memperkuat penanganan di lokasi.
"Mungkin kita harus kerahkan aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti," tegasnya.
Prabowo sebelumnya juga meminta pemerintah memperkuat armada penanganan karhutla, mulai dari helikopter, pompa air hingga kendaraan pemadam kebakaran. Menurutnya, kesiapan peralatan harus dilakukan sebelum kebakaran terjadi.
Penanganan kebakaran di sekitar IKN menjadi perhatian pemerintah karena lokasi tersebut berada dekat kawasan ibu kota baru. BNPB bersama unsur terkait terus melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas.* (oz/dh)