MEDAN – Sejumlah penerbangan rute Medan-Jakarta melalui Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dibatalkan pada Minggu, 6 September 2026.
Pembatalan tersebut merupakan dampak dari penghentian sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan informasi pada Layar Informasi Penerbangan Bandara Kualanamu, sejumlah maskapai membatalkan penerbangan menuju Jakarta.
Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar hingga Jawa dan Sumatera, Penerbangan di 3 Bandara Ditutup Maskapai Batik Air yang semula dijadwalkan berangkat pada pukul 05.30 WIB tercatat dibatalkan.
Begitu pula penerbangan Lion Air yang dijadwalkan berangkat pada pukul 06.00 WIB dan 08.00 WIB.
Sementara itu, maskapai Super AirJet juga membatalkan penerbangan dari Jakarta menuju Bandara Kualanamu yang sebelumnya dijadwalkan berangkat pada pukul 05.25 WIB.
Penghentian sementara operasional Bandara Soekarno-Hatta dilakukan sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram Soekarno-Hatta Airport dan kemudian diunggah ulang oleh Bandara Kualanamu.
Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan sementara hingga pukul 13.30 WIB.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan & untuk informasi kebandarudaraan silakan menghubungi Contact Center InJourney Airports 172," dikutip melalui Instagram Soekarno Hatta Airport.
Penghentian operasional tersebut berdampak pada penerbangan dari dan menuju Jakarta, termasuk penerbangan yang menghubungkan Bandara Kualanamu dengan Bandara Soekarno-Hatta.
Calon penumpang yang terdampak diimbau memeriksa informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.