BADUNG – Sejumlah tokoh spiritual, Sulinggih, tokoh adat, dan berbagai elemen masyarakat di Bali berkumpul untuk menggagas pembangunan fasilitas terpadu tempat pelaksanaan Panca Yadnya yang dilengkapi dengan Krematorium Nusantara.
Gagasan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas tokoh agama, adat, dan organisasi kemasyarakatan yang berlangsung di kediaman/Jeroan Jro Gede Widhi, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
Jro Gede Widhi diketahui merupakan Ketua PBMM (Pratisentasa Bandesa Manik Mas) Kabupaten Badung.
Baca Juga: 10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepakatan Bersama, Sumut Jadi Penggerak Sinergi Pembangunan Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mempermudah sekaligus meringankan beban umat Hindu dalam melaksanakan berbagai upacara keagamaan.
Pertemuan dihadiri jajaran Sulinggih dari berbagai trah (sarwa sadaka), yang terdiri atas Peranda, Begawan, Empu, dan Dukuh.
Hadir pula para Pemangku/Pandita, Welaka, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Rapat dipandu oleh Jro Mangku Mas (I Wayan Suadnyana), pengenter kegiatan di Kremasi Sunia Loka Tabanan.
Pertemuan juga dihadiri Ketua Pratisentana Bandesa Manik Mas (PBMM) Nusantara I Wayan Sunarya dan Petajuh Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali I Made Wena.
Fasilitas yang direncanakan tersebut akan dirancang untuk memfasilitasi berbagai pelaksanaan upacara, mulai dari Genah Yajna, Manusa Yadnya hingga Pitra Yadnya.
Kehadiran fasilitas terpadu itu diharapkan menjadi salah satu solusi alternatif yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat.
Namun, pelaksanaannya tetap diarahkan agar tidak mengurangi peran Desa Adat maupun mengesampingkan tradisi leluhur.
Dalam pertemuan tersebut, I Dewa Nyoman Anom, salah satu pendiri sekaligus pengurus tempat kremasi di Tabanan, membagikan pemahaman mengenai aspek teknis pembangunan dan pengelolaan krematorium.