MEDAN — PT Inalum (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat hilirisasi industri aluminium nasional sekaligus menerapkan prinsip keberlanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).
Komitmen tersebut disampaikan dalam acara Media Mind yang memasuki tahun kelima dengan mengusung tema "Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri".
Kepala Departemen Manajemen Komunikasi Inalum, Utrich Fanzah, mengatakan tema Media Mind tahun ini menggambarkan proses bisnis perusahaan, mulai dari pengolahan bauksit menjadi alumina, alumina menjadi aluminium, hingga menghasilkan produk akhir yang digunakan masyarakat.
Baca Juga: Media Mind 2026, Inalum Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kualitas Karya Jurnalistik "Di sinilah peran Inalum sebagai satu-satunya produsen green aluminium di Indonesia," ujar Utrich di hadapan para jurnalis yang hadir dalam acara tersebut.
Menurut Utrich, selain menjalankan bisnis industri aluminium, Inalum juga terus membangun hubungan dengan insan pers melalui program In-Jurnal atau Inalum Jurnalistik.
Program tersebut ditujukan bagi jurnalis di Sumatra Utara untuk mendorong lahirnya karya jurnalistik yang berkualitas.
Pada September 2026, program In-Jurnal telah memasuki Chapter 3.
Kepala Grup Layanan Strategis Inalum, Daniel J.P. Hutahuruk, memaparkan sejumlah pembaruan strategis perusahaan.
Berdasarkan RUPS terbaru 2026, Inalum kembali berstatus sebagai persero di bawah grup MIND ID.
Perusahaan tersebut dipimpin Komisaris Utama Musa Bangun dan Direktur Utama Melati Sarnita.
Untuk mendukung mandat hilirisasi pemerintah, Inalum mengandalkan empat anak usaha utama yang diarahkan membangun ekosistem industri secara terintegrasi.
Pertama, Borneo Aluminium Indonesia (BBI), perusahaan patungan dengan Antam yang mengolah bauksit asal Kalimantan menjadi alumina.