VLADIVOSTOK – Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia siap memperluas kerja sama dengan Rusia di berbagai bidang.
Kerja sama itu mencakup energi, ketahanan pangan, industrialisasi, hingga pendidikan dan transportasi.
Baca Juga: Di Hadapan Putin, Prabowo Tegaskan Indonesia Non-Blok: Kami Ingin Bekerja Sama dengan Semua Negara Prabowo mengatakan hubungan Indonesia dan Rusia ke depan tidak seharusnya hanya berfokus pada perdagangan barang.
Menurut dia, kedua negara memiliki peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas dan saling menguntungkan.
"Kerja sama kita di masa depan dapat jauh lebih besar daripada perdagangan barang," kata Prabowo dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.
Di sektor energi, Prabowo mengatakan Indonesia menyambut kerja sama dengan Rusia untuk meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, serta pengolahan minyak dan gas.
Indonesia juga terbuka terhadap kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan dan teknologi lainnya, termasuk tenaga nuklir untuk tujuan damai.
"Kami mencari pengetahuan dan investasi dalam energi terbarukan, jaringan pintar, dan tenaga nuklir damai, termasuk teknologi modular dan skala penuh, di bawah standar keselamatan tertinggi dan pengamanan internasional," ujarnya.
Selain energi, Prabowo mendorong penguatan kerja sama di bidang ketahanan pangan.
Ia melihat sejumlah peluang kerja sama antara Indonesia dan Rusia dalam sektor pertanian dan peternakan.
Bidang yang disebut antara lain teknologi pertanian, benih unggul, peternakan, mekanisasi pertanian, pengolahan makanan, serta produksi pupuk bersama.