JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih 111 orang hingga Sabtu (29/8/2026). Dari jumlah tersebut, korban perempuan menjadi kelompok terbanyak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S. Panjaitan mengatakan tidak ada penambahan korban meninggal dalam pembaruan data terbaru.
"Jumlah yang meninggal tetap sebesar 111 orang," kata Berton dalam keterangan resmi, Sabtu (29/8/2026).
Baca Juga: KPK Pastikan Gedung Merah Putih Aman Usai Insiden Kepulan Asap Berdasarkan jenis kelamin, korban perempuan mencapai 56,4 persen. Sementara korban laki-laki tercatat sebanyak 43,6 persen.
Dari kelompok usia, korban meninggal paling banyak berasal dari kelompok lanjut usia atau lansia. Setelah itu disusul kelompok dewasa, anak-anak dan remaja, serta balita dan batita.
"Sedangkan untuk kelompok umur, yang paling besar itu adalah lansia diikuti dengan dewasa, anak dan remaja, selanjutnya ada balita dan batita," ujar Berton.
Selain memperbarui data korban jiwa, BNPB juga melaporkan aktivitas gempa susulan di wilayah NTT masih terjadi. Hingga Sabtu (29/8), tercatat 9.278 gempa susulan sejak gempa utama melanda wilayah tersebut.
Kekuatan gempa susulan bervariasi mulai dari magnitudo 1 hingga magnitudo 6,2. Dari ribuan gempa tersebut, sebanyak 153 kali guncangan dirasakan oleh masyarakat.
"Yang dirasakan oleh masyarakat ada 153 kali," kata Berton.
BNPB terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi pascagempa di NTT, termasuk kondisi korban terdampak dan aktivitas gempa susulan.
Data terbaru tersebut menunjukkan penanganan pascabencana masih berlangsung. Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau tetap mengikuti informasi serta arahan dari pemerintah dan petugas di lapangan.* (mt/dh)