JAKARTA - Polda Metro Jaya mendalami dugaan adanya kegiatan sosial yang digunakan sebagai modus untuk menunggangi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Polisi menduga kegiatan tersebut berkaitan dengan kelompok yang ingin memicu kericuhan dalam aksi.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pihaknya menemukan indikasi penggalangan dana yang awalnya disebut untuk kegiatan sosial, namun diduga memiliki tujuan lain.
"Barbuk ini yang kita lakukan pendalaman. Karena kami menemukan ada indikasi membalut dengan kegiatan sosial, tapi kemudian penggunaannya digunakan untuk hal yang melawan hukum," kata Iman, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: Gugatan Ijazah Jokowi Hendak Dicabut: Jokowi, UGM dan Polda Metro Jaya Justru Keberatan Polisi sebelumnya mengamankan 65 orang yang diduga hendak menunggangi demonstrasi di depan Gedung DPR. Mereka diamankan di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Jakarta Timur.
Iman mengatakan 65 orang tersebut berasal dari sejumlah daerah di sekitar Jakarta. Di antaranya Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang hingga Bandung.
"Kemudian, mereka kami amankan di wilayah Jakarta Timur dan asalnya itu dari berbagai wilayah. Ada yang berasal dari Bogor, ada yang berasal dari Bekasi, Depok, Tangerang, Bandung. Nah, ini berkumpul di dalam satu tempat," ujarnya.
Menurut Iman, kelompok tersebut diduga telah melakukan konsolidasi dalam waktu cukup panjang. Polisi masih mendalami proses persiapan yang dilakukan, mulai dari konsolidasi, pembangunan narasi hingga pengumpulan donasi.
"Kemudian tadi sudah kami sampaikan juga, rekan-rekan sekalian, di awal bahwa proses ini mereka mempersiapkan cukup panjang waktunya, baik itu dari mulai proses konsolidasinya, kemudian proses pembangunan narasi dan pengumpulan donasi," kata Iman.
Polisi juga tengah menelusuri dugaan penggunaan kegiatan sosial sebagai kedok untuk mendukung aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.
Iman mengatakan temuan tersebut menjadi perhatian penyidik karena terdapat penggalangan dana yang mencantumkan tujuan sosial, tetapi polisi menemukan indikasi penggunaan dana untuk kepentingan lain.
"Nah, inilah yang makanya kami lakukan apa pendalaman khusus yang tadi itu. Karena kami juga cukup menarik ketika ditemukan seperti ada penggalangan dana untuk kegiatan sosial, namun ternyata kegiatannya adalah bukan untuk kegiatan sosial. Nah, itu yang kami dalami," ujarnya.
Polda Metro Jaya masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap barang bukti serta jaringan kelompok yang diduga terlibat. Polisi juga berupaya mengungkap tujuan penggalangan dana serta kaitannya dengan rencana aksi di depan Gedung DPR.