JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Jawa Timur untuk menghadiri sekaligus membuka secara resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Kamis (27/8/2026).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan Presiden terhadap peran NU yang telah berkontribusi dalam perjalanan bangsa Indonesia selama lebih dari satu abad.
"Siang ini, Bapak Presiden bertolak menuju Jawa Timur untuk menghadiri dan membuka secara resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang," kata Teddy dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: 62,4 Persen Publik Yakin Prabowo Serius Berantas Korupsi, Tapi Kasus BGN Jadi Catatan Kritis Survei DSI Prabowo bersama rombongan terbatas dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur. Dari bandara, Presiden kemudian melanjutkan perjalanan menuju Lapangan Untung Surapati di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Menurut Teddy, kehadiran Prabowo dalam forum tertinggi NU tersebut menunjukkan penghargaan pemerintah terhadap organisasi keagamaan yang memiliki sejarah panjang dalam kehidupan kebangsaan.
Teddy mengatakan NU memiliki kontribusi dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga persatuan, merawat kehidupan beragama, serta mengembangkan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
"NU memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga persatuan, merawat kehidupan beragama yang damai, serta membangun pendidikan dan kesejahteraan umat," ujarnya.
Ia menambahkan, Prabowo menaruh penghormatan terhadap kontribusi para ulama, kiai, santri dan seluruh keluarga besar NU dalam membangun bangsa.
"Bapak Presiden menaruh penghormatan yang besar terhadap kontribusi para ulama, kiai, santri, dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama bagi bangsa dan negara," kata Teddy.
Muktamar ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, dengan agenda pembahasan berbagai persoalan organisasi, keumatan dan kebangsaan. Forum tersebut juga menjadi momentum NU menentukan arah kepemimpinan dan program organisasi untuk periode mendatang.
Dalam perjalanan menuju Jawa Timur, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kehadiran Presiden dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU diharapkan memperkuat komunikasi antara pemerintah dan Nahdlatul Ulama dalam berbagai agenda kebangsaan serta pembangunan masyarakat.* (dh)