JAKARTA - Sebanyak 52% responden survei Tempo Data Science menilai Indonesia saat ini bergerak ke arah yang benar di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, 41% responden lainnya menilai Indonesia justru bergerak ke arah yang salah.
General Manager Tempo Data Science Khairul Anam mengatakan mayoritas responden masih melihat arah perkembangan Indonesia secara positif.
"Kalau kita bicara tentang arah perkembangan Indonesia saat ini, mayoritas yaitu 52 persen, itu masih menganggap Indonesia mengarah ke arah yang benar," kata Khairul Anam di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Ngaku Cukup Lama di NTT, Prabowo Sentil Kebiasaan Bakar Hutan dan Siapkan Gerakan Pembibitan Raksasa Menurut Anam, responden yang menilai Indonesia bergerak ke arah yang benar banyak berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sulawesi dan Maluku.
Sementara itu, penilaian negatif paling banyak muncul di sejumlah wilayah yang dinilai lebih dekat dengan pusat kekuasaan, seperti Banten dan Jakarta.
"Daerah-daerah yang lebih dekat dengan kekuasaan, itu optimismenya lebih rendah, mulai dari Banten dan Jakarta," ujarnya.
Survei Tempo Data Science tersebut dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka di 38 provinsi di Indonesia.
Sebanyak 1.260 responden berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah ikut dalam survei. Survei tersebut memiliki sampling error sebesar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil survei tersebut mendapat tanggapan dari pemerintah. Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah RI Fahd Pahdepie mengatakan hasil riset dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan.
"Yang dilakukan pemerintahan saat ini adalah melakukan kebijakan-kebijakan fundamental gitu terutama di bidang ekonomi yang mungkin belum langsung terasa dampaknya dalam waktu yang cepat gitu ya di masyarakat," kata Fahd.
Menurut Fahd, sejumlah kebijakan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah membutuhkan waktu sebelum manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Harian PKB Najmi Rabbany menilai hasil survei tersebut menunjukkan masyarakat belum sepenuhnya kehilangan harapan terhadap pemerintah, tetapi mulai menuntut hasil yang lebih nyata.