PEKANBARU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski sekolah di Kota Pekanbaru, Riau, diliburkan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Orang tua siswa tetap bisa mengambil makanan MBG di sekolah selama masa libur.
Pada Rabu (26/8/2026), sejumlah wadah makanan MBG terlihat disusun di teras sekolah. Orang tua siswa datang untuk mengambil makanan yang disediakan bagi anak mereka.
Wakil Humas MAN 1 Pekanbaru Nizam mengatakan distribusi MBG tetap dilakukan seperti biasa meski kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan sementara.
Baca Juga: Bukan Cuma Guru, Ini Deretan Orang yang Wajib Cicipi Makanan MBG "MBG masih berjalan seperti biasa. Porsinya masih sama, yaitu 1.100 penerima manfaat," kata Nizam, Rabu (26/8/2026).
Menurut Nizam, orang tua siswa dapat mengambil makanan MBG mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Makanan dibawa pulang menggunakan wadah dari rumah karena ompreng yang digunakan untuk distribusi tidak diperbolehkan dibawa pulang.
"Kalau pagi ini sebagian sudah dijemput orangtua siswa. Orangtua bawa tempat dari rumah, karena omprengnya tak boleh dibawa pulang," ujarnya.
Libur sekolah di Pekanbaru diberlakukan hingga 28 Agustus 2026 akibat kondisi kabut asap karhutla. Selama sekolah diliburkan, kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring.
"Belajar mengajar dilaksanakan melalui Zoom, seperti biasa mulai pagi sampai sore. Siswa juga wajib seragam sekolah saat Zoom," kata Nizam.
Salah seorang orang tua siswa, Tris (38), datang ke sekolah untuk mengambil MBG bagi anaknya. Ia mengatakan baru pertama kali mengambil makanan tersebut karena sebelumnya tidak sempat.
"Senin kemarin belum sempat ambil karena ada kesibukan. Kalau sempat, diambil, tapi kalau tidak, ya tidak diambil," ujar Tris.
Menu MBG yang dibawanya terdiri dari nasi, telur ceplok, oseng tempe, sayur labu siam dan jeruk.
Tris mengatakan lokasi rumahnya cukup dekat dengan sekolah sehingga ia bisa mengambil makanan tersebut. Namun, menurut informasi yang diterimanya dari anak, terdapat orang tua siswa lain yang memilih tidak mengambil MBG karena jarak rumah mereka cukup jauh.