JAKARTA - Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) hingga 2029. Program tersebut diproyeksikan dapat menghemat biaya listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan percepatan pembangunan PLTS 100 GWp merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto dan masuk dalam Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.
"Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun," kata Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga: Prabowo Kobarkan Ambisi Surya 100 GWp dari Bali, Kejar Rampung 2029 Pembangunan PLTS tersebut akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama ditargetkan mencapai 17 GWp, tahap kedua 18 GWp dan tahap ketiga 30 GWp.
Target tersebut masih jauh di bawah potensi energi surya yang dimiliki Indonesia. Pemerintah mencatat potensi energi surya nasional mencapai sekitar 3.294 GWp. Namun, hingga April 2026 kapasitas PLTS yang telah terpasang baru sekitar 1,5 GWp.
Program PLTS 100 GWp diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia.
Pemerintah juga terus mengembangkan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT). Sepanjang 2025, sebanyak 15 pembangkit EBT telah dibangun, terdiri atas 12 PLTS dan tiga pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).
Total pembangunan pembangkit tersebut mencapai Rp103,3 miliar dan telah melayani 1.831 kepala keluarga serta 131 fasilitas umum.
Pada 2026, pemerintah melanjutkan pembangunan 39 lokasi PLTS Terpadu di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Proyek tersebut ditujukan untuk melayani 4.259 rumah tangga dengan nilai pembangunan sekitar Rp450,2 miliar.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan sekaligus melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking program PLTS 100 GWp di kawasan Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali, Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).
Percepatan pembangunan PLTS ini diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan energi bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi biaya kelistrikan dan membuka peluang pengembangan industri energi terbarukan di dalam negeri.
Dengan target 100 GWp hingga 2029, pemerintah ingin meningkatkan pemanfaatan potensi energi surya Indonesia sekaligus mendorong transformasi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.* (in/dh)