JAKARTA — Pengaduan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang selama enam bulan tak kunjung selesai akhirnya tuntas dalam waktu sekitar dua pekan setelah ditangani Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Kecepatan penanganan tersebut disebut tidak lepas dari pemanfaatan Medlin Command Center, inovasi pelayanan jarak jauh yang digagas I Gusti Ngurah Agung Yuliarta Endrawan.
Baca Juga: Masyarakat Indonesia Simpan 1.800 Ton Emas Senilai Rp4.458 Triliun “Di Bawah Bantal” Pengalaman itu disampaikan Prof. Dr. Agus Pramusinto, Guru Besar Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik FISIPOL UGM sekaligus mantan Ketua KASN.
Menurut Agus, Medlin telah dikembangkan jauh sebelum pandemi dan menunjukkan bahwa teknologi dapat mempercepat akses pelayanan tanpa mengesampingkan prosedur.
"Yang menarik dari Medlin bukan semata penggunaan teknologi, tetapi orientasi pelayanan yang dibangun di belakangnya. Bagaimana orang yang membutuhkan pelayanan tidak dipersulit oleh prosedur dan jarak," kata Agus kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut Agus, kualitas Medlin juga pernah diuji dalam pelayanan lintas negara.
Salah satunya ketika laporan dari Perwakilan Republik Indonesia di Astana, Kazakhstan, ditangani melalui komunikasi, koordinasi, dan pendampingan jarak jauh dari Jakarta.
Pelayanan tersebut kemudian terdokumentasi dalam Video Testimoni Duta Besar Astana terhadap Pelayanan KASN yang ditayangkan pada 19 Januari 2023 melalui kanal Medlin JPT 1 KASN.
Dalam video tersebut, Duta Besar yang juga Kepala Perwakilan RI di Astana menyebut KASN "bergerak sangat cepat" dalam merespons laporan.
Pelayanan itu dinilai profesional dengan dukungan pendampingan selama 24 jam.
Menurut testimoni tersebut, pelayanan KASN turut membantu perwakilan RI menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.