PONTIANAK - Presiden Prabowo Subianto tiba di Kalimantan Barat (Kalbar) untuk memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu (22/8/2026). Prabowo dijadwalkan melihat kondisi lapangan dan sejumlah titik yang terdampak kebakaran serta kabut asap.
Pesawat kepresidenan yang membawa Prabowo dan rombongan tiba di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, sekitar pukul 10.50 WIB. Dari lokasi tersebut, Presiden langsung menuju Lanud Supadio untuk melakukan patroli udara menggunakan helikopter.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Presiden kepada jajaran TNI dan Polri untuk mempercepat penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.
Baca Juga: Pidato Presiden Prabowo di Senayan: dari riuh kritik ke politik hasil Dalam arahannya, Prabowo meminta pimpinan TNI dan Polri turun langsung ke daerah terdampak serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Untuk Kalimantan Barat, penanganan karhutla ditugaskan kepada Panglima TNI dan Kapolri bersama pemerintah daerah.
Patroli udara yang dilakukan Prabowo bertujuan mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi karhutla, termasuk memantau titik-titik yang dinilai membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Data BPBD Kalimantan Barat mencatat luas karhutla di provinsi tersebut sejak Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 38.310,86 hektare.
Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar, yakni 12.443 hektare. Selanjutnya Kubu Raya dengan 8.614 hektare, Mempawah 6.144 hektare dan Sambas 2.318 hektare.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar Daniel mengatakan sejumlah kabupaten tersebut menjadi penyumbang asap yang cukup signifikan akibat luas kebakaran yang terjadi.
"Sebenarnya ada beberapa kabupaten yang kebakarannya cukup parah dan sangat signifikan dalam menyumbangkan asap, antara lain Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, kemudian ada beberapa di Kabupaten Sambas," ujarnya.
Sebagian wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut. Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla lebih sulit karena api dan bara dapat bertahan hingga di bawah permukaan tanah.
Pemprov Kalbar telah menetapkan status siaga darurat bencana asap. Sejumlah langkah dilakukan, antara lain apel kesiapsiagaan, patroli darat terpadu serta pengerahan personel TNI, Polri, Manggala Agni, Brigade Karhutla UPT KPH, perusahaan, Masyarakat Peduli Api dan desa tangguh bencana.