KUPANG - Aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa utama magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung. Hingga Sabtu (22/8/2026) pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 5.089 gempa susulan terjadi di wilayah tersebut.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengatakan gempa susulan yang tercatat memiliki magnitudo mulai 1,1 hingga 6,2. Dari ribuan gempa tersebut, 31 di antaranya berkekuatan di atas M5,0.
"Dari total tersebut, magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1," kata Arief, Sabtu pagi.
Baca Juga: "Lima Hari Kedinginan, Malam Ini Baru Dapat Selimut," Cerita Pengungsi Nagekeo Jelang Kunjungan Prabowo Selain itu, sebanyak 124 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. Sebagian besar aktivitas gempa terjadi di wilayah laut sekitar pantai utara Pulau Flores.
Meski gempa susulan masih terus terjadi, BMKG mulai melihat adanya tanda penurunan aktivitas kegempaan. Perubahan tersebut terlihat dari grafik peluruhan gempa setelah gempa utama.
"Sebagian besar gempa terjadi di laut pantai utara Pulau Flores. Dari grafik peluruhan mulai nampak pola penurunan," ujar Arief.
Dengan pola tersebut, BMKG memperkirakan gempa susulan masih dapat terjadi selama beberapa pekan ke depan. Aktivitas tersebut diperkirakan berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.
"Gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar tiga sampai empat minggu," katanya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi mengenai gempa yang tidak berasal dari sumber resmi. Warga juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan selama aktivitas kegempaan masih berlangsung.
Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan mengikuti informasi dan arahan terbaru dari BMKG serta pemerintah daerah agar dapat merespons setiap perkembangan kondisi dengan tepat.* (k/dh)