JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih rendah.
Menurut Pigai, hasil survei berbasis persepsi publik belum sepenuhnya menggambarkan capaian yang telah dilakukan kementeriannya.
Pigai mengatakan kinerja Kementerian HAM semestinya dinilai berdasarkan hasil kerja nyata dan indikator kinerja yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: Wali Kota Medan Apresiasi Transformasi HKBP, Dinilai Perkuat Iman di Tengah Keluarga Ia mencontohkan penghargaan Guinness World Record yang baru diraih kementeriannya melalui kegiatan pendidikan dan penyuluhan HAM secara massal.
"Jangan percaya lembaga survei di Indonesia, banyak yang abal-abal. Hari ini, kami buktikan dengan kerja nyata meraih Guinness Word Record untuk kegiatan pendidikan dan penyuluhan HAM secara massal," ujar Pigai saat penyerahan piagam penghargaan Guinness Word Record di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat, 21 Agustus 2026 sore.
Menurut Pigai, rekor tersebut sebelumnya ditorehkan Kepolisian Ekuador dengan jumlah peserta sekitar 1.700 orang.
"Sebelum diraih Kemenham Indonesia, prestasi ini ditorehkan Kepolisian Ekuador dengan jumlah peserta sekitar 1.700 orang. Ini prestasi," sambungnya.
Pigai mengatakan pendidikan dan penyuluhan HAM merupakan salah satu tugas utama Kementerian HAM.
Karena itu, ia menilai keberhasilan menggelar kegiatan dengan jumlah peserta besar perlu menjadi salah satu indikator dalam melihat kinerja kementerian.
Kegiatan pendidikan dan penyuluhan HAM tersebut digelar di sejumlah perguruan tinggi di berbagai daerah.
Di Kalimantan Barat, kegiatan sosialisasi HAM disebut diikuti hampir 6.000 orang. Jumlah peserta serupa juga tercatat dalam kegiatan di Mandailing Natal.
Sementara di Universitas Negeri Gorontalo, sosialisasi HAM diikuti sekitar 5.000 peserta.