JAKARTA — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera meminta pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga mempercepat realisasi anggaran pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Percepatan diperlukan karena waktu pelaksanaan program tahun anggaran 2026 tinggal sekitar empat bulan.
Anggaran yang telah disiapkan pemerintah diharapkan segera diwujudkan menjadi pembangunan dan layanan yang dibutuhkan masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga: Serapan Baru 38,81 Persen, Pemkab Gayo Lues Perketat Evaluasi Dana Tambahan TKD Rp24,9 Miliar Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) yang telah disalurkan pemerintah harus segera digunakan.
Menurut dia, anggaran tersebut tidak boleh berhenti pada tahap pengalokasian.
"Karena ini tambahan uang TKD, spesifik untuk menangani bencana, dikasih besar-besar oleh Pak Presiden, jangan tidak dimanfaatkan," kata Tito dalam Rapat Laporan Update Percepatan Rencana Induk pada Fase Pemulihan Permanen Pascabencana Sumatera, Jumat (21/8/2026).
Pemerintah telah menyiapkan tambahan TKD sebesar Rp10,6 triliun untuk daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dana tersebut diarahkan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai dengan kebutuhan prioritas masing-masing daerah.
Tito meminta jajaran Posko Nasional Satgas PRR, Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, serta Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah memperkuat pengawasan terhadap daerah yang realisasi anggarannya masih rendah.
Evaluasi diperlukan untuk menemukan berbagai kendala, baik administratif, teknis, maupun persoalan lain yang membuat program pemulihan berjalan lambat.
Selain tambahan TKD, Satgas PRR juga mendorong kementerian dan lembaga mempercepat pelaksanaan anggaran tambahan belanja (ABT) yang telah disiapkan untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Menurut Tito, anggaran yang sudah tersedia harus segera diterjemahkan menjadi pekerjaan fisik sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.