GAYO LUES — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memperketat evaluasi kinerja Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk mempercepat pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp24,9 miliar.
Dana yang berasal dari dukungan pemerintah pusat tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan pascabencana, terutama melalui perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta berbagai layanan dasar masyarakat.
Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, realisasi keuangan tambahan TKD di Gayo Lues baru mencapai Rp9,6 miliar atau sekitar 38,81 persen.
Baca Juga: Penanganan Sungai Terdampak Bencana di Padang Dipercepat, Tiga Sungai Jadi Prioritas Pemerintah kabupaten menargetkan seluruh anggaran dapat terserap hingga akhir tahun.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten Gayo Lues Sukri mengatakan, anggaran yang telah direalisasikan saat ini digunakan untuk penanganan infrastruktur, terutama perbaikan akses jalan kabupaten.
"Untuk rinciannya itu adalah untuk rehabilitasi jalan, pembuatan jalan, dan satu lagi untuk konstruksi jalan," kata Sukri usai rapat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, Kamis (20/8/2026).
Sekretaris Daerah Gayo Lues Irwansyah meminta seluruh SKPK mempercepat realisasi anggaran.
Ia mengingatkan agar persoalan birokrasi tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Evaluasi dilakukan hampir setiap pekan karena waktu pelaksanaan anggaran 2026 semakin terbatas.
"Kami mengevaluasi hampir setiap minggu karena mengingat bulan sudah Agustus. Apabila nanti ada SKPK yang memang sengaja memperlambat ini, kami akan memberikan sanksi kepada SKPK tersebut," kata Irwansyah.
Evaluasi tersebut berlaku di seluruh lini pelaksana, mulai dari pimpinan perangkat daerah hingga staf dan bendahara.
Pemkab Gayo Lues ingin memastikan proses administrasi, pengadaan, hingga pelaksanaan pekerjaan berjalan secara bersamaan sehingga anggaran yang telah tersedia dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.