PADANG — Pemerintah Kota Padang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat kolaborasi untuk mempercepat penanganan sejumlah sungai yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Penanganan tersebut diarahkan untuk memperlancar aliran sungai, mengurangi risiko banjir berulang, sekaligus melindungi masyarakat dan kawasan produktif di sekitar aliran sungai.
Baca Juga: Waktu Tinggal 4 Bulan, Tito Karnavian Minta Anggaran Pemulihan Bencana Sumatera Segera Dibelanjakan Pemkot Padang berperan menyelaraskan data kerusakan, kebutuhan masyarakat, serta dokumen perencanaan pascabencana.
Sementara Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, menyiapkan pekerjaan pengendalian sungai sesuai kewenangannya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga melakukan penanganan awal di sejumlah titik yang terdampak.
Pelaksana Tugas Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi mengatakan penanganan setiap sungai disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
"Untuk Sungai Guo akan dilakukan pembangunan check dam. Kemudian untuk Sungai Marangsi dilakukan normalisasi dan pembangunan kolam retensi. Sedangkan untuk Sungai Kuranji disiapkan pembangunan check dam dan tanggul sungai," kata Reski saat diwawancarai, Kamis (20/8/2026).
Penanganan Sungai Kuranji kini memasuki tahap lelang. BWS Sumatera V Padang menyiapkan satu unit bangunan pengendali sedimen atau check dam serta tanggul sungai sepanjang dua kilometer.
Pembangunan tersebut ditujukan untuk mengurangi gerusan pada badan jalan, kawasan perumahan, dan fasilitas umum yang berada di sekitar aliran Sungai Kuranji.
Sementara di Sungai Guo, penanganan dilakukan melalui normalisasi atau penataan kembali alur sungai dan pembangunan check dam.
Untuk tahap awal, penanganan Sungai Guo dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat.