JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengundang Angkatan Bersenjata Republik Rakyat China untuk mengikuti latihan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam agenda Heping Garuda. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia dan China.
Undangan itu disampaikan Sjafrie setelah bertemu Menteri Pertahanan China Laksamana Dong Jun di Ruangan Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
"Kami juga mengundang Angkatan Bersenjata Tiongkok untuk ikut serta di dalam latihan bersama seperti Heping Garuda yang merupakan salah satu bentuk konkret hubungan antara Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Bersenjata Republik Rakyat Tiongkok," kata Sjafrie.
Baca Juga: Dari Bumi Rambate Rata Raya, Bupati Asahan Bidik Bibit Atlet Muda Sepak Bola Lewat Turnamen U-15 Menurut Sjafrie, Indonesia dan China telah menjalin kerja sama pertahanan melalui Defense Cooperation Agreement selama 19 tahun. Kerja sama tersebut dinilai perlu terus ditingkatkan, termasuk melalui latihan bersama dan penguatan kemampuan personel.
Indonesia juga berencana memperluas kerja sama pendidikan dan pertukaran prajurit dengan militer China. Pertukaran tersebut tidak hanya ditujukan bagi perwira, tetapi juga personel tingkat bintara dan tamtama.
"Jadi kita akan tingkatkan latihan bersama, kita akan tingkatkan sekolah, dan kita akan tingkatkan pertukaran prajurit TNI tidak hanya pada tingkat perwira, tapi juga di tingkat bintara dan tamtama dalam kaitan latihan bersama," ujarnya.
Selain kerja sama latihan dan pertukaran personel, pemerintah Indonesia juga membuka peluang peningkatan kolaborasi di sektor industri pertahanan dengan China.
"Kami juga akan terus meningkatkan kerja sama di bidang industri pertahanan antara Indonesia dan Tiongkok," tutur Sjafrie.
Sementara itu, Dong Jun mengatakan China dan Indonesia akan terus mempererat hubungan pertahanan di bawah kepemimpinan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
"Kita akan bergandengan tangan, mempercepat pembangunan modernisasi pertahanan nasional, membangun benteng keamanan yang kokoh untuk pembangunan masing-masing. Memberikan lebih banyak kestabilan dan kepastian kepada dunia yang penuh perubahan dan gejolak," kata Dong Jun.
Pertemuan Sjafrie dan Dong Jun menjadi bagian dari penguatan hubungan pertahanan bilateral kedua negara. Kerja sama tersebut mencakup latihan militer, pendidikan dan pertukaran personel hingga industri pertahanan.
Melalui peningkatan kerja sama tersebut, Indonesia dan China diharapkan dapat memperkuat kapasitas pertahanan sekaligus membangun komunikasi strategis yang lebih erat di tengah dinamika keamanan kawasan.* (in/dh)