BENER MERIAH — Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menuntaskan persiapan paket pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang dibiayai bantuan pemerintah antardaerah dan dana otonomi khusus.
Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp28,28 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki sejumlah infrastruktur dasar yang rusak akibat bencana, mulai dari jalan, jembatan, irigasi, hingga fasilitas air bersih.
Baca Juga: Tahun Depan, Bobby Nasution Kucurkan Rp50 Miliar untuk Pelaku UMKM Sumut Dari total anggaran itu, Rp27 miliar berasal dari bantuan keuangan antardaerah.
Rinciannya, Rp25 miliar dari Pemerintah Kota Pematangsiantar, Rp1 miliar dari Pemerintah Kota Sawahlunto, dan Rp1 miliar dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga menerima dana otonomi khusus dari Pemerintah Aceh sebesar Rp1,28 miliar.
Dana tersebut akan diarahkan untuk memperbaiki ruas jalan yang terdampak bencana.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bener Meriah, Alpahmi, mengatakan seluruh paket pekerjaan telah selesai disiapkan. Pemerintah daerah kini bersiap memasuki proses lelang.
"Kami sedang melaksanakan persiapan proses lelang, di mana (Detail Engineering Design) DED. Semua paket pekerjaan sudah selesai 100%, hanya realisasi keuangannya belum kita tarik menunggu syarat-syarat yang harus dikerjakan oleh konsultan perencana," kata Alpahmi dalam rapat monitoring dan evaluasi di Pendopo Kabupaten Bener Meriah, Selasa (18/8/2026).
Menurut Alpahmi, pemerintah daerah menargetkan penyerapan anggaran bantuan tersebut dapat dipacu sebelum akhir Desember 2026.
Untuk pekerjaan jalan, Pemkab Bener Meriah optimistis target dapat dicapai karena total ruas yang rusak dan menjadi prioritas perbaikan hanya sekitar satu kilometer.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada infrastruktur jembatan.