NTT- Korban meninggal dunia akibat gempa Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi 72 orang. Sebanyak 900 orang mengalami luka-luka dan 82.691 warga mengungsi.
Berdasarkan pembaruan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (20/8/2026) pukul 09.00 WIB, gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB tersebut berdampak pada tiga provinsi, sembilan kabupaten dan satu kota.
BNPB mencatat sebanyak 18.019 kepala keluarga terdampak akibat bencana tersebut.
Baca Juga: Tak Perlu Cemas Soal Pangan: Mentan Amran Pastikan Gudang Buka 24 Jam Jamin Stok Korban Gempa NTT Aman hingga Setahun Kerusakan rumah juga cukup luas. Sebanyak 29.001 rumah dilaporkan rusak, terdiri dari 11.699 rumah rusak berat, 6.542 rumah rusak sedang dan 10.760 rumah rusak ringan.
Selain rumah warga, gempa turut merusak sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur. BNPB mencatat 804 fasilitas pendidikan, 237 fasilitas kesehatan, satu gudang logistik, 116 fasilitas umum, satu pasar, 195 rumah ibadah dan 257 unit kantor terdampak.
Kemudian terdapat sembilan fasilitas irigasi, 45 titik jalan serta 16 jembatan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Pemerintah bersama BNPB dan kementerian serta lembaga terkait masih melakukan penanganan darurat. Fokus utama meliputi pencarian dan pertolongan, evakuasi, pelayanan kesehatan, pemenuhan logistik, pengelolaan pengungsian serta pengerahan personel gabungan.
Pemulihan berbagai infrastruktur dasar juga terus dilakukan, termasuk jalan, listrik, jaringan komunikasi dan fasilitas pelayanan masyarakat.
Pemerintah pusat telah membentuk Posko Pendampingan Utama (Pospenas) di Labuan Bajo dan Maumere untuk memperkuat koordinasi penanganan bencana di wilayah terdampak.
Dalam operasi pencarian dan pertolongan, Basarnas mengerahkan personel gabungan untuk menjangkau warga yang masih membutuhkan bantuan. BNPB menyebut 40 titik longsoran telah ditangani, empat titik patahan jalan telah ditangani serta lima titik jembatan masih dapat difungsikan.
Dari sisi pelayanan kesehatan, Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) Kementerian Kesehatan telah aktif di sejumlah wilayah terdampak untuk mendukung penanganan korban.
Pemulihan akses transportasi juga terus dikebut. Jaringan listrik di seluruh sembilan ruas jalan nasional yang terdampak telah dipulihkan. Delapan ruas yang menjadi bagian jalur Trans Flores, yakni Labuan Bajo-Ende-Maumere, kembali berfungsi normal.