JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan Kementerian PU siaga selama masa tanggap darurat hingga pemulihan infrastruktur pascagempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Dody juga turun langsung ke Kabupaten Nagekeo untuk mempercepat penanganan dampak bencana.
Dody mengatakan negara harus hadir ketika masyarakat terdampak bencana mengalami berbagai kesulitan, seperti akses jalan terputus, layanan air terganggu, fasilitas sekolah tidak dapat digunakan, hingga kehilangan tempat tinggal.
"Kementerian PU selama ini telah hadir, membuka kembali jalan untuk pulang, memulihkan air untuk kehidupan, menyiapkan hunian, membuat sekolah dapat digunakan kembali, dan membantu masyarakat menata hidupnya lagi," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga: Mendagri Tito Siapkan Langkah Prioritas untuk Korban Gempa NTT Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan empat pedoman yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Pedoman tersebut yakni menjalankan UUD 1945, menjaga kepentingan utama bangsa, mengatasi kesulitan rakyat secepat mungkin, serta bekerja untuk rakyat dan generasi mendatang.
"Bagi kita di Kementerian PU ukurannya sederhana, apakah pekerjaan kita sudah benar-benar memudahkan hidup rakyat. Pekerjaan kita belum selesai ketika konstruksi selesai, pekerjaan kita selesai ketika air benar-benar sampai ke sawah," ujarnya.
Upaya pemulihan infrastruktur pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT terus dipercepat. Dody bertolak ke Kabupaten Nagekeo untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak sekaligus memastikan penanganan infrastruktur berjalan dengan cepat.
Dalam kunjungannya, Dody menemui masyarakat yang berada di lokasi pengungsian dan meninjau sejumlah bangunan yang terdampak gempa.
Dody juga melakukan koordinasi bersama Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta perwakilan BNPB, Kodim Nagekeo dan Basarnas. Koordinasi dilakukan untuk mempercepat pendataan kerusakan akibat gempa dan penanganan infrastruktur yang terdampak.
Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores sebelumnya berdampak terhadap sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan. Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT langsung mengerahkan personel dan peralatan untuk membuka kembali akses yang terdampak longsor maupun kerusakan badan jalan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan akses masyarakat dapat segera kembali terbuka dan proses pemulihan infrastruktur pascabencana dapat berjalan lebih cepat.* (an/dh)