JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci penting bagi Indonesia untuk mempercepat industrialisasi dan mencapai kemandirian ekonomi.
Menurut dia, agenda hilirisasi, penguatan industri nasional, hingga ketahanan pangan dan energi membutuhkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan zaman.
Hal itu disampaikan Yassierli saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Plaza Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
Baca Juga: Semarak HUT ke-81 RI, 38 Stan Bazar Meriahkan Malam Tasyakuran di Sunrise River Bogor Yassierli mengatakan kemerdekaan memberikan Indonesia kesempatan untuk menentukan sendiri arah pembangunan dan masa depan ekonominya.
Namun, kekayaan sumber daya alam harus dibarengi dengan kemampuan sumber daya manusia untuk mengolahnya menjadi nilai tambah.
"Tidak ada hilirisasi tanpa manusia yang mampu mengerjakannya, tidak ada industrialisasi tanpa pekerja yang kompeten, dan tidak ada kemandirian ekonomi tanpa kekuatan tenaga kerja Indonesia," ujar Yassierli.
Menurut Yassierli, kompetensi tenaga kerja tidak hanya berkaitan dengan persoalan ketenagakerjaan.
Kompetensi pekerja juga menjadi bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi nasional.
Ia menyebut ada empat fokus utama Kementerian Ketenagakerjaan untuk mendukung agenda tersebut.
Pertama, membangun tenaga kerja yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan perubahan.
Upaya ini dilakukan melalui penguatan pelatihan vokasi, pemagangan, sertifikasi kompetensi, serta kerja sama dengan dunia usaha dan industri.
Kemnaker, kata Yassierli, perlu memastikan keterampilan yang diberikan kepada calon pekerja benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.