KUPANG — Markas Komando (Mako) Brigif 21/Komodo di Kupang dilaporkan tetap aman setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Meski tidak mengalami kerusakan, satuan di bawah Kodam IX/Udayana itu mengerahkan personel untuk membantu penanganan warga terdampak gempa di Pulau Flores.
Gempa tersebut dilaporkan berpusat di Laut Flores, di sebelah utara Kabupaten Nagekeo. Guncangan terasa di sejumlah wilayah NTT, sementara kondisi di Kota Kupang disebut relatif aman dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal.
Brigif 21/Komodo melalui keterangan resminya menyampaikan keprihatinan terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana. Dukungan personel kemudian diarahkan untuk membantu proses evakuasi serta penanganan keadaan darurat di sejumlah wilayah terdampak.
Baca Juga: Bukan Cuma Jaga Laut, KRI Bung Hatta-370 Kini Angkut Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT Dalam informasi yang disampaikan, sebanyak 1.267 personel TNI gabungan dikerahkan ke sejumlah titik bencana di Flores. Prajurit Brigif 21/Komodo turut menjadi bagian dari personel yang diterjunkan untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut.
Di lapangan, personel TNI menjalankan sejumlah tugas, mulai dari membantu mengevakuasi warga yang terdampak reruntuhan, mendirikan posko pengungsian, menyalurkan bantuan logistik, hingga membuka akses jalan yang tertutup akibat longsor.
"Kehadiran kami di sini untuk memastikan bantuan cepat sampai ke masyarakat dan akses pertolongan tidak terhambat," ujar salah satu perwira yang bertugas di posko Flores, Minggu (16/8).
Pengerahan pasukan dilakukan seiring kebutuhan penanganan bencana yang membutuhkan respons cepat. Selain membantu warga, personel gabungan juga diarahkan untuk memastikan jalur distribusi bantuan menuju lokasi terdampak tetap dapat digunakan.
Wilayah Flores menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam penanganan pascagempa. Sejumlah kabupaten dilaporkan terdampak, di antaranya Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Nagekeo, Ngada, dan Ende.
Proses evakuasi dan pendistribusian bantuan masih dilakukan oleh tim gabungan. Sejumlah akses menuju kawasan permukiman yang sempat terganggu akibat longsor juga terus diupayakan untuk dibuka agar bantuan dapat menjangkau masyarakat.
Brigif 21/Komodo menegaskan kehadiran personelnya dalam penanganan bencana merupakan bagian dari dukungan kemanusiaan kepada masyarakat. Selain menjalankan tugas pertahanan, prajurit TNI juga dikerahkan ketika kondisi darurat membutuhkan tenaga dan kemampuan untuk membantu warga.