JAKARTA - Sosok Susanah yang disebut Presiden Prabowo Subianto sebagai buruh pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram menjadi sorotan publik. Berdasarkan informasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Susanah ternyata menjalani dua pekerjaan, yakni menjahit kain majun dan bekerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Susanah merupakan ibu tiga anak asal Cileungsi, Kabupaten Bogor. Dia disebut sebagai salah satu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang mendapat kesempatan hadir dalam agenda kenegaraan Presiden Prabowo.
Dalam artikel yang dipublikasikan Komdigi, Susanah bekerja sebagai penjahit kain majun pada pagi hari. Kain majun merupakan kain perca atau potongan sisa bahan yang dimanfaatkan sebagai lap pembersih.
Baca Juga: Prabowo Perintahkan Bantuan Bergerak Sejak Pagi, 27 Ton Logistik dan Ribuan Personel Diterjunkan ke NTT Susanah bekerja menjahit mulai pukul 07.00 WIB hingga siang. Dari pekerjaan tersebut, dia disebut menerima upah Rp700 per kilogram kain yang selesai dijahit.Dalam sehari, Susanah mampu mengerjakan sekitar 20 kilogram kain majun. Setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut, sekitar pukul 13.00 WIB dia beralih bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Di dapur MBG, Susanah bertugas sebagai pencuci ompreng. Dia menjalani pekerjaan tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
Susanah diketahui memiliki suami bernama Didim yang bekerja sebagai buruh bangunan. Keduanya berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai pendidikan ketiga anak mereka.
Sebelumnya, Prabowo memperkenalkan Susanah saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
"Hari ini hadir bersama kita ibu Susanah, dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram," kata Prabowo dalam pidatonya.
Pernyataan tersebut kemudian viral di media sosial. Nominal Rp700 ribu per kilogram dinilai sangat besar sehingga memicu berbagai komentar dan perhitungan warganet mengenai potensi pendapatan Susanah.
Sebagian warganet bahkan membuat hitung-hitungan apabila upah tersebut benar-benar Rp700 ribu untuk setiap kilogram bawang yang dikupas. Angka tersebut kemudian menjadi bahan candaan dan sindiran di berbagai platform media sosial.
Di tengah viralnya pernyataan itu, muncul dugaan adanya kekeliruan dalam penyebutan nominal upah. Informasi mengenai pekerjaan Susanah yang dipublikasikan Komdigi mencantumkan angka Rp700 per kilogram untuk menjahit kain majun, bukan Rp700 ribu per kilogram untuk mengupas bawang.
Perbedaan informasi tersebut kemudian menjadi perhatian publik. Namun, belum ada penjelasan resmi yang secara rinci memastikan penyebab perbedaan nominal dalam pernyataan Presiden.